Tel Aviv Luluh Lantak Dihajar Rudal Iran, Di Mana Netanyahu?

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:30 WIB

Ancaman Perang Regional



Konflik antara Iran dan Israel kini menjadi perhatian utama komunitas internasional. Banyak pihak khawatir eskalasi tersebut dapat memicu perang yang melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.

Beberapa negara Barat menyerukan deeskalasi dan meminta kedua pihak menahan diri.

Namun situasi di lapangan menunjukkan ketegangan masih sangat tinggi. Kelompok-kelompok milisi yang bersekutu dengan Iran di berbagai wilayah Timur Tengah juga berpotensi ikut terseret dalam konflik.

Jika perang meluas, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah tetapi juga pada stabilitas global, termasuk perdagangan energi dan keamanan internasional.

Kota yang Terluka



Bagi warga Tel Aviv, serangan rudal tersebut meninggalkan trauma mendalam. Kota yang biasanya dikenal sebagai pusat kehidupan modern Israel kini berubah menjadi kota yang dipenuhi sirene peringatan dan bunker perlindungan.

Gedung-gedung rusak, kendaraan terbakar, dan tim penyelamat terus bekerja di tengah reruntuhan untuk mencari korban.

Warga yang selamat dari serangan menggambarkan malam itu sebagai salah satu momen paling menegangkan dalam hidup mereka.

Sebagian warga bahkan memilih meninggalkan kota untuk sementara waktu demi mencari tempat yang lebih aman.

Pertanyaan yang Masih Menggantung



Serangan rudal Iran terhadap Tel Aviv membuka babak baru dalam konflik Timur Tengah yang sudah lama membara.

Meski sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar rudal, kenyataan beberapa proyektil berhasil mencapai daratan menunjukkan ancaman tersebut nyata.

Di tengah reruntuhan dan kepulan asap, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah ini hanya episode sementara dalam konflik panjang Iran–Israel, atau justru awal dari perang besar yang dapat mengguncang kawasan Timur Tengah?

Dan di tengah pertanyaan itu, publik dunia juga terus bertanya: di mana sebenarnya Netanyahu berada ketika Tel Aviv dihantam rudal? Apakah ia berada di pusat komando Israel, atau justru berada jauh dari kota yang kini berada di bawah bayang-bayang perang.

Baca juga: Putin Peringatkan Produksi Minyak Teluk bisa Berhenti Total dalam Sebulan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!