Kena Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Pakistan Tak Bayar Gaji Pejabat hingga 2 Bulan
Selasa, 10 Maret 2026 - 11:38 WIB
Sedangkan seluruh sekolah akan ditutup selama dua minggu mulai akhir pekan ini sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan energi. Dia juga memperingatkan para pedagang agar tidak menimbun barang-barang kebutuhan pokok untuk memanfaatkan situasi tersebut.
“Saya ingin memperingatkan para penimbun agar tidak mengambil keuntungan yang tidak adil dari situasi saat ini,” katanya.
“Saat ini dunia menghadapi tantangan baru dan keseimbangan kekuatan sedang berubah,” katanya, seraya menambahkan bahwa aliansi global baru juga sedang muncul.
Dia mendesak bangsa Pakistan untuk menunjukkan persatuan dan tanggung jawab dalam menghadapi krisis. “Bangsa kita membutuhkan persatuan dan rasa tanggung jawab yang kuat,” katanya.
Pakistan merasakan langsung dampak terganggunya jalur pasokan minyak, di mana negara itu mengumumkan kenaikan harga bensin dan solar sebesar 20%, yang menyebabkan langkah-langkah penghematan dan kesederhanaan di seluruh negeri.
“Seluruh wilayah saat ini berada dalam keadaan perang,” katan PM Sharif, menambahkan bahwa Pakistan melakukan segala upaya melalui jalur diplomatik untuk membantu menyelesaikan situasi tersebut.
Pemimpin Pakistan ini mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, yang mengakibatkan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pada saat yang sama, dia juga mengutuk serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang bersahabat.
“Saya telah mengadakan diskusi rinci dengan para pemimpin negara-negara bersaudara dan menyampaikan bahwa Pakistan berdiri bahu-membahu dengan mereka di masa sulit ini,” katanya.
“Saya ingin memperingatkan para penimbun agar tidak mengambil keuntungan yang tidak adil dari situasi saat ini,” katanya.
“Saat ini dunia menghadapi tantangan baru dan keseimbangan kekuatan sedang berubah,” katanya, seraya menambahkan bahwa aliansi global baru juga sedang muncul.
Dia mendesak bangsa Pakistan untuk menunjukkan persatuan dan tanggung jawab dalam menghadapi krisis. “Bangsa kita membutuhkan persatuan dan rasa tanggung jawab yang kuat,” katanya.
Pakistan merasakan langsung dampak terganggunya jalur pasokan minyak, di mana negara itu mengumumkan kenaikan harga bensin dan solar sebesar 20%, yang menyebabkan langkah-langkah penghematan dan kesederhanaan di seluruh negeri.
“Seluruh wilayah saat ini berada dalam keadaan perang,” katan PM Sharif, menambahkan bahwa Pakistan melakukan segala upaya melalui jalur diplomatik untuk membantu menyelesaikan situasi tersebut.
Pemimpin Pakistan ini mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, yang mengakibatkan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pada saat yang sama, dia juga mengutuk serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang bersahabat.
“Saya telah mengadakan diskusi rinci dengan para pemimpin negara-negara bersaudara dan menyampaikan bahwa Pakistan berdiri bahu-membahu dengan mereka di masa sulit ini,” katanya.
(mas)
Lihat Juga :