Kena Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Pakistan Tak Bayar Gaji Pejabat hingga 2 Bulan

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:38 WIB
loading...
Kena Imbas Perang Iran...
PM Shehbaz Sharif umumkan para pejabat kabinet Pakistan tak akan mendapat gaji hingga dua bulan sebagai langkah penghematan akibat dampak perang Iran vs AS-Israel. Foto/YouTube/GeoNews
A A A
ISLAMABAD - Pakistan menjadi salah satu negara yang merasakan langsung dampak krisis ekonomi sebagai imbas dari perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Islamabad bahkan melakukan penghematan secara dramatis, termasuk tidak akan membayar gaji para pejabat federal hingga dua bulan.

Keputusan itu diumumkan Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif dalam pidatonya pada hari Senin. Dia mengatakan bahwa pemerintah federal dan provinsi telah memutuskan untuk menerapkan penghematan dan kesederhanaan untuk mengurangi pengeluaran, serta menghemat energi selama situasi ekonomi yang menantang.

Baca Juga: Trump: Perang Iran Hampir Selesai, AS Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz

Di bawah langkah-langkah baru ini, pemerintah akan mengurangi alokasi bahan bakar untuk kendaraan yang digunakan oleh departemen pemerintah sebesar 50% selama dua bulan ke depan.

"Selama dua bulan ke depan, bahan bakar yang diberikan kepada kendaraan departemen pemerintah akan dikurangi sebesar 50%," katanya, seperti dikutip media lokal, The News, Selasa (10/3/2026).

PM Sharif menambahkan bahwa 60% kendaraan di semua departemen pemerintah akan tetap tidak beroperasi selama dua bulan untuk membantu menghemat bahan bakar.

Dia kemudian mengumumkan bahwa anggota kabinet federal, penasihat, dan asisten khusus tidak akan menerima gaji selama dua bulan ke depan, sementara anggota Parlemen akan menghadapi pemotongan gaji sebesar 25% selama periode yang sama.

"Semua departemen pemerintah akan mengurangi pengeluaran mereka sebesar 20%," katanya.

Sharif, lebih lanjut, mengumumkan larangan kunjungan luar negeri bagi para menteri, penasihat, asisten khusus, dan pejabat pemerintah, kecuali untuk kunjungan yang dianggap penting bagi negara.

“Hanya kunjungan yang sangat diperlukan untuk kepentingan nasional yang akan diizinkan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa telekonferensi dan pertemuan daring akan diprioritaskan.

Langkah-langkah penghematan juga mencakup pemotongan gaji dua hari dari pegawai tingkat 20 ke atas yang berpenghasilan lebih dari Rs300.000 per bulan.

Tak hanya itu, PM Sharif memberlakukan larangan total terhadap makan malam resmi dan pesta buka puasa, sementara seminar dan acara resmi hanya akan diadakan di tempat-tempat milik pemerintah untuk mengurangi biaya.

Dia mengatakan bahwa 50% staf di sektor publik dan swasta akan bekerja dari rumah, kecuali di layanan penting.

Kantor-kantor pemerintah, sambung dia, akan beroperasi empat hari seminggu, meskipun keputusan tersebut tidak berlaku untuk bank.

Sedangkan seluruh sekolah akan ditutup selama dua minggu mulai akhir pekan ini sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan energi. Dia juga memperingatkan para pedagang agar tidak menimbun barang-barang kebutuhan pokok untuk memanfaatkan situasi tersebut.

“Saya ingin memperingatkan para penimbun agar tidak mengambil keuntungan yang tidak adil dari situasi saat ini,” katanya.

“Saat ini dunia menghadapi tantangan baru dan keseimbangan kekuatan sedang berubah,” katanya, seraya menambahkan bahwa aliansi global baru juga sedang muncul.

Dia mendesak bangsa Pakistan untuk menunjukkan persatuan dan tanggung jawab dalam menghadapi krisis. “Bangsa kita membutuhkan persatuan dan rasa tanggung jawab yang kuat,” katanya.

Pakistan merasakan langsung dampak terganggunya jalur pasokan minyak, di mana negara itu mengumumkan kenaikan harga bensin dan solar sebesar 20%, yang menyebabkan langkah-langkah penghematan dan kesederhanaan di seluruh negeri.

“Seluruh wilayah saat ini berada dalam keadaan perang,” katan PM Sharif, menambahkan bahwa Pakistan melakukan segala upaya melalui jalur diplomatik untuk membantu menyelesaikan situasi tersebut.

Pemimpin Pakistan ini mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, yang mengakibatkan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pada saat yang sama, dia juga mengutuk serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang bersahabat.

“Saya telah mengadakan diskusi rinci dengan para pemimpin negara-negara bersaudara dan menyampaikan bahwa Pakistan berdiri bahu-membahu dengan mereka di masa sulit ini,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Gaji dan Tunjangan Pejabat...
Gaji dan Tunjangan Pejabat Pajak Eselon I hingga Eselon III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved