IRGC: Jika Anda Bisa Mentolerir Harga Minyak USD200 per Barel, Teruslah Bermain dalam Permainan Ini

Senin, 09 Maret 2026 - 20:13 WIB
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan menyusul serangan AS dan Israel yang menargetkan depot minyak di dan sekitar Teheran, yang menurut pejabat Iran dapat menyebabkan pembalasan terhadap infrastruktur energi di seluruh wilayah.

Dalam pernyataan terpisah yang dikutip oleh media Iran, seorang pejabat Iran mengindikasikan bahwa Teheran mungkin akan merevisi strategi pemilihan targetnya, menunjukkan bahwa potensi respons mungkin tidak lagi terbatas pada target militer milik Amerika Serikat dan Israel.

Menurut pejabat tersebut, fasilitas yang terkait dengan AS juga dapat dianggap sebagai target potensial, sebuah langkah yang dilaporkan dipicu oleh pernyataan baru-baru ini dari pejabat AS dan Israel yang menurut otoritas Iran secara langsung mengancam negara tersebut.

Peringatan tersebut bertepatan dengan meningkatnya volatilitas di pasar energi. Harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan, dengan minyak mentah Brent naik menjadi sekitar USD119 per barel, mencerminkan kekhawatiran yang meningkat bahwa konflik regional yang lebih luas dapat berdampak pada jalur pasokan minyak utama dan infrastruktur.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!