Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Dia Harus Dapat Persetujuan AS, Jika Tidak...

Senin, 09 Maret 2026 - 07:11 WIB
Saudari Mojtaba dan beberapa kerabat lainnya tewas dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayahnya. Media Israel melaporkan bahwa Mojtaba sendiri terluka dalam serangan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melalui sayap medianya; Sepah, telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi yang baru.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, berterima kasih kepada Majelis Pakar karena telah mengadakan pertemuan meskipun terjadi serangan udara yang berkelanjutan dari AS-Israel, termasuk serangan pekan lalu terhadap markas Majelis di Qom.

Dia mengatakan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi yang baru berlangsung tepat waktu dan tertib meskipun ada "tipu daya musuh yang berharap terjadi kebuntuan" setelah kematian Ali Khamenei.

Pengangkatan Mojtaba Khamenei terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang kecuali melalui "penyerahan tanpa syarat".

Respons Trump soal Mojtaba Khamenei



Pada hari yang sama, Trump memperingatkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak akan bertahan lama tanpa persetujuannya.

Trump sebelumnya menuntut hak untuk ikut campur dalam penunjukan pemimpin tertinggi Iran yang baru dan menolak Mojtaba Khamenei sebagai "orang yang tidak kompeten".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!