Kongres Gagal Hentikan Trump, Perang AS Melawan Iran Bisa Lama

Kamis, 05 Maret 2026 - 13:34 WIB
"Izinkan saya mengatakannya seperti ini, tidak ada bukti apa pun yang disajikan di ruangan ini...yang menunjukkan bahwa AS menghadapi ancaman langsung dari Iran," kata Kaine kepada AFP setelah pengarahan rahasia dari para pejabat pemerintah.

Partai Republik sebagian besar telah mendukung pemimpin mereka, meskipun beberapa telah mengisyaratkan bahwa dukungan mereka dapat berkurang jika perang meluas atau berlarut-larut.

"Bom pinggir jalan yang berasal dari Iran telah melukai dan membunuh ratusan, jika bukan ribuan, warga Amerika," tulis Lindsey Graham, senator pendukung setia Trump di Senat dan pendukung lama konfrontasi dengan Iran, di X.

"Mereka sungguh-sungguh ketika mereka mengatakan 'Matilah Amerika'. Saya senang kita tidak membiarkannya berlanjut. Saya senang kita tidak membiarkan mereka membangun lebih banyak rudal," paparnya.

Agar resolusi tersebut disahkan, Partai Demokrat membutuhkan setidaknya empat anggota Partai Republik untuk bergabung dengan Paul. Salah satu anggota Partai Demokrat, John Fetterman dari Pennsylvania yang berhaluan tengah, menentang resolusi tersebut.

Bahkan jika langkah tersebut lolos dari Senat dan DPR—di mana pemungutan suara untuk resolusi serupa diperkirakan akan dilakukan pada hari Kamis (5/3/2026)—Trump tetap dapat memvetonya.

Kongres akan membutuhkan mayoritas dua pertiga yang hampir pasti tidak mungkin dicapai di kedua kamar untuk mengesampingkan presiden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!