AS Hancurkan Markas Besar IRGC Iran: 'Kami Memenggal Kepala Ular'
Senin, 02 Maret 2026 - 09:09 WIB
Ledakan terjadi di Teheran pada Minggu malam, dengan Israel menyatakan bahwa serangannya menargetkan jantung ibu kota. Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, instalasi militer AS di wilayah Teluk, ibu kota Saudi, dan Dubai.
Sebelumnya pada hari Minggu, Iran menunjuk ulama berusia 66 tahun, Alireza Arafi, ke dewan kepemimpinan beranggotakan tiga orang yang bertugas memerintah negara hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.
Sementara itu, serangan Iran telah menewaskan tiga tentara Amerika dan menyebabkan lima lainnya terluka parah.
CENTCOM telah mengonfirmasi kematian pertama di pihak militer AS tersebut. "Beberapa pasukan lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak,” kata komando tersebut, tanpa menyebutkan lokasinya.
Rudal-rudal Iran telah menargetkan beberapa pangkalan Amerika di Bahrain, Irak, dan Kuwait sebagai bagian dari konflik tersebut, yang oleh Pentagon disebut Operation Epic Fury.
Ini adalah korban jiwa AS pertama yang dikonfirmasi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Sabtu bahwa AS telah memulai operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Korban jiwa di pihak militer Amerika tersebut kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada Gedung Putih dan Pentagon untuk merespons dengan tegas, berpotensi memperluas konflik di luar serangan terbatas menjadi kampanye militer yang lebih berkelanjutan.
Kematian para tentara Amerika yang dikonfirmasi juga merupakan perubahan signifikan dari pola eskalasi yang terukur dan terkendali baru-baru ini.
Sebelumnya pada hari Minggu, Iran menunjuk ulama berusia 66 tahun, Alireza Arafi, ke dewan kepemimpinan beranggotakan tiga orang yang bertugas memerintah negara hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.
Sementara itu, serangan Iran telah menewaskan tiga tentara Amerika dan menyebabkan lima lainnya terluka parah.
CENTCOM telah mengonfirmasi kematian pertama di pihak militer AS tersebut. "Beberapa pasukan lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak,” kata komando tersebut, tanpa menyebutkan lokasinya.
Rudal-rudal Iran telah menargetkan beberapa pangkalan Amerika di Bahrain, Irak, dan Kuwait sebagai bagian dari konflik tersebut, yang oleh Pentagon disebut Operation Epic Fury.
Ini adalah korban jiwa AS pertama yang dikonfirmasi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Sabtu bahwa AS telah memulai operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.
Korban jiwa di pihak militer Amerika tersebut kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada Gedung Putih dan Pentagon untuk merespons dengan tegas, berpotensi memperluas konflik di luar serangan terbatas menjadi kampanye militer yang lebih berkelanjutan.
Kematian para tentara Amerika yang dikonfirmasi juga merupakan perubahan signifikan dari pola eskalasi yang terukur dan terkendali baru-baru ini.
Lihat Juga :