Perang Makin Memanas, Trump: Nyawa Warga AS Mungkin Hilang dalam Misi di Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:14 WIB
“Saat kebebasan Anda sudah dekat,” katanya. "Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi."

Sebelumnya, dalam video Truth Social berdurasi delapan menit, Trump mengatakan AS "sedang melakukan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita."

Presiden mengatakan AS akan "menghancurkan rudal mereka dan melenyapkan industri rudal mereka," "memusnahkan Angkatan Laut mereka" dan "memastikan bahwa proksi teroris di kawasan itu tidak lagi dapat mengacaukan kawasan tersebut."

Dia mengatakan AS telah "berulang kali berupaya untuk membuat kesepakatan" untuk mengekang program nuklir Iran, tetapi menuduh bahwa Iran telah "menolak setiap kesempatan untuk melepaskan ambisi nuklir mereka."

"Rezim ini akan segera belajar bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan kehebatan angkatan bersenjata Amerika Serikat," kata Trump.

Ancaman Presiden Trump terhadap Iran awal tahun ini berfokus pada penindasan brutal rezim terhadap protes jalanan besar-besaran pada bulan Januari. Namun pada 28 Januari, Trump mengancam Iran dalam sebuah unggahan di Truth Social dengan serangan yang "jauh lebih buruk" daripada serangan yang ia perintahkan terhadap situs nuklir negara itu pada bulan Juni jika Iran tidak menyetujui kesepakatan untuk mengekang program nuklirnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!