Trump Usulkan Pengambilalihan Kuba secara Damai di Tengah Blokade Bahan Bakar AS

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:15 WIB
Setelah kejadian itu, Trump meningkatkan tekanan terhadap pulau tersebut, secara terbuka berspekulasi bahwa pemerintahnya "siap untuk jatuh".

Pada 11 Januari, ia mengumumkan tidak akan ada lagi minyak atau uang Venezuela yang mengalir ke Kuba.

Kemudian, pada 29 Januari, ia mengeluarkan perintah eksekutif yang mengancam tarif pada negara mana pun yang memasok minyak secara langsung atau tidak langsung ke pulau tersebut.

Jaringan energi Kuba sebagian besar bergantung pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan potensi "keruntuhan" kemanusiaan yang akan segera terjadi di pulau itu jika pasokan tidak dipulihkan.

Panel ahli hak asasi manusia PBB juga meragukan alasan yang dikemukakan Trump bulan ini bahwa Kuba merupakan "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional AS, karena hubungannya dengan China, Rusia, dan saingan AS lainnya.

Blokade bahan bakar, jelas mereka, terutama berfungsi sebagai "bentuk ekstrem dari pemaksaan ekonomi sepihak" yang melanggar hukum internasional.

"Tidak ada hak berdasarkan hukum internasional untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada negara ketiga karena terlibat dalam perdagangan yang sah dengan negara berdaulat lain," tulis mereka dalam pernyataan.

Visi Trump untuk 'Negara yang Berkembang'



Namun, pemerintahan Trump tidak merahasiakan keinginannya untuk memperluas pengaruh AS, khususnya di Belahan Barat.

Dalam pidato pelantikannya pada tahun 2025, Trump berjanji bahwa AS "sekali lagi akan menganggap dirinya sebagai negara yang berkembang", termasuk melalui perluasan wilayahnya.

Sejak menyampaikan pidato tersebut, Trump telah mengusulkan untuk "menguasai" Gaza dan "mengelola" Venezuela, sambil menekan negara-negara seperti Greenland, Kanada, dan Panama untuk menyerahkan kedaulatan atas wilayah mereka.

Ia berulang kali merujuk pada kebijakan ekspansionis abad ke-19 seperti manifest destiny dan Doktrin Monroe untuk membenarkan beberapa upaya ini. Ia bahkan mengaitkan citra pribadinya dengan doktrin tersebut, menyebut rencananya untuk Belahan Barat sebagai "Doktrin Donroe".

Selama pidato kenegaraannya pekan ini, ia memuji aksi militernya di Venezuela sebagai keberhasilan dan mengumumkan lebih dari 80 juta barel minyak Venezuela telah dialihkan ke pemerintah AS.

"Kami juga memulihkan keamanan dan dominasi Amerika di Belahan Barat," kata Trump kepada hadirin.

Namun, pemerintah Kuba berulang kali mengecam kampanye Trump terhadap pulau tersebut sebagai bukti imperialisme AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!