Iran Mungkin akan Tawarkan Bonanza Komersial untuk Pikat Trump

Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:04 WIB
Iran bersikeras programnya bersifat sipil dan akan melanjutkan pengayaan uranium, meskipun fasilitas nuklirnya rusak selama perang 12 hari tahun lalu, ketika AS dan Israel menyerang situs-situs di seluruh negeri.

Para pejabat Iran dilaporkan juga sedang membahas mekanisme verifikasi yang lebih baik yang melibatkan Badan Energi Atom Internasional dan kemungkinan peran para ahli yang terkait dengan AS.

Iran memiliki cadangan minyak terbukti terbesar ketiga di dunia dan cadangan gas terbesar kedua pada tahun 2023, menurut data AS, dan berbagi ladang gas alam terbesar di dunia dengan Qatar.

Negara itu sempat membuka diri terhadap investasi Barat setelah kesepakatan nuklir 2015, tetapi Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018 dan memberlakukan kembali sanksi yang luas.

Baca juga: Mengerikan, AI Unggulan Kerahkan Senjata Nuklir dalam 95% Simulasi Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!