Grok Sebut Video Afghanistan Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Pakistan Tak Benar

Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:05 WIB
Video dengan narasi Afghanistan telah menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan dalam pertempuran di perbatasan ternyata tidak nyata. Foto/X @AFGDefense
ISLAMABAD - Media Afghanistan melaporkan pasukan Taliban yang berkuasa di negara tersebut telah menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan selama pertempuran di perbatasan kedua negara. Video dengan klaim serupa juga telah viral di media sosial.

Namun video tersebut ternyata salah, menurut mesin AI X; Grok, yang menunjukkan bahwa tidak ada platform kredibel yang menyebutkan hal seperti itu.



Baca Juga: Perang Pecah, Afghanistan Dilaporkan Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Pakistan

"Tidak, video ini tidak nyata seperti yang diklaim. Puing-puing tersebut menunjukkan pesawat besar dengan nomor ekor 85510 dan tanda Pakistan, tetapi tidak menyerupai jet tempur F-16 (ukuran/bentuknya salah)...Kemungkinan besar itu adalah rekaman lama/tidak terkait yang salah dikaitkan untuk propaganda," kata Grok.

"Tidak ada laporan kredibel dari Reuters, Al Jazeera, CNN, atau lainnya yang mengonfirmasi Pakistan kehilangan pesawat apa pun," lanjut Grok.

Akun Afghanistan Defense di X; @AFGDefense—bukan akun resmi pemerintah Afghanistan—membagikan video yang menunjukkan puing-puing jet tempur yang terbakar yang diklaim sebagai F-16 Pakistan. Stabilizer vertikal jet tempur bermesin tunggal yang sangat lincah itu memiliki bendera kecil Pakistan yang dicat di atasnya.

Angka 85510 terlihat di dekat knalpot. "Ini adalah F-16 militer Pakistan, buatan Amerika, yang ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan Afghanistan," tulis akun @AFGDefense.

Media Afghanistan, Tolo News, juga sempat melaporkan bahwa pasukan Afghanistan telah menembak jatuh pesawat tempur F-16 Pakistan yang memasuki wilayah udara Afghanistan. Laporan itu mengeklaim mengutip sumber pemerintah. Namun, pemerintah Taliban Afghanistan tidak mengonfirmasi klaim tersebut.

Sementara itu, Pakistan telah menyatakan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan menyusul bentrokan baru di sepanjang perbatasan kedua negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!