Baku Tembak, Pasukan Kuba Habisi 4 Orang di Atas Kapal AS
Kamis, 26 Februari 2026 - 08:16 WIB
Konfrontasi terjadi di daerah di mana lahan pertanian yang landai berbatasan dengan Selat Florida di pantai-pantai berpasir putih di bawah pohon palem yang bergoyang.
Pulau-pulau kecil yang tersebar di lepas pantai sangat termiliterisasi karena merupakan tempat umum bagi warga Kuba yang ingin melarikan diri ke AS untuk meluncurkan rakit mereka, dan juga bagi penyelundup manusia untuk mendarat dengan perahu cepat.
Terjadi beberapa insiden pada tahun 2022, di puncak krisis migrasi Kuba. Pada bulan Juni tahun itu, di lepas pantai Bahía Honda di sebelah barat Havana, para pejabat Kuba mengatakan mereka membalas tembakan terhadap sebuah kapal penyelundup, menewaskan satu orang. Pada bulan Oktober tahun itu, para penyintas mengatakan kapal mereka ditabrak oleh kapal penjaga pantai di dekatnya. Tujuh migran tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia dua tahun, Elizabeth Meizoso.
Hampir tepat 30 tahun sejak Angkatan Udara Kuba menewaskan empat orang ketika menembak jatuh dua pesawat kecil milik Brothers to the Rescue, sebuah kelompok pengasingan Kuba yang menjatuhkan selebaran di Havana. Mereka mengEklaim sedang membantu orang-orang melarikan diri dari pulau itu.
Peristiwa itu, di mana Carlos Alejandre (45), Armando Costa (29), Mario De la Peña (24), dan Pablo Morales (29) meninggal dunia, mengakhiri pencairan hubungan antara AS dan Kuba.
AS segera meningkatkan sanksinya terhadap pulau itu melalui Helms Burton Act yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS yang propertinya disita selama revolusi 1959 untuk menuntut perusahaan-perusahaan asing yang menggunakan properti tersebut.
Ini adalah salah satu isu paling pelik antara kedua negara saat ini, dan dua kasus semacam itu sekarang sedang disidangkan oleh Mahkamah Agung AS. Ada juga upaya di AS untuk mengajukan tuntutan terhadap mantan presiden Kuba Raúl Castro atas insiden Brothers to the Rescue, dengan harapan menciptakan dalih serupa untuk intervensi yang digunakan untuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Pemerintahan Presiden Trump telah sedikit melonggarkan embargo pengiriman minyak dari Venezuela ke Kuba karena krisis energi dan kemanusiaan yang semakin meningkat di pulau itu yang telah diperburuk oleh blokade AS.
Departemen Keuangan AS pada hari Rabu mengatakan akan mengizinkan perusahaan Amerika dan beberapa perusahaan internasional untuk menjual kembali minyak dan produk petroleum asal Venezuela di Kuba, membuka jalur penyelamat potensial antara rumah tangga Kuba dan bisnis swasta yang telah hancur akibat pemutusan impor bahan bakar dari Venezuela.
Langkah yang tidak biasa ini diambil sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Kuba. "Dan ditujukan untuk upaya meningkatkan kondisi kehidupan dan mendukung aktivitas ekonomi independen," kata Departemen Keuangan AS.
Pulau-pulau kecil yang tersebar di lepas pantai sangat termiliterisasi karena merupakan tempat umum bagi warga Kuba yang ingin melarikan diri ke AS untuk meluncurkan rakit mereka, dan juga bagi penyelundup manusia untuk mendarat dengan perahu cepat.
Terjadi beberapa insiden pada tahun 2022, di puncak krisis migrasi Kuba. Pada bulan Juni tahun itu, di lepas pantai Bahía Honda di sebelah barat Havana, para pejabat Kuba mengatakan mereka membalas tembakan terhadap sebuah kapal penyelundup, menewaskan satu orang. Pada bulan Oktober tahun itu, para penyintas mengatakan kapal mereka ditabrak oleh kapal penjaga pantai di dekatnya. Tujuh migran tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia dua tahun, Elizabeth Meizoso.
Hampir tepat 30 tahun sejak Angkatan Udara Kuba menewaskan empat orang ketika menembak jatuh dua pesawat kecil milik Brothers to the Rescue, sebuah kelompok pengasingan Kuba yang menjatuhkan selebaran di Havana. Mereka mengEklaim sedang membantu orang-orang melarikan diri dari pulau itu.
Peristiwa itu, di mana Carlos Alejandre (45), Armando Costa (29), Mario De la Peña (24), dan Pablo Morales (29) meninggal dunia, mengakhiri pencairan hubungan antara AS dan Kuba.
AS segera meningkatkan sanksinya terhadap pulau itu melalui Helms Burton Act yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS yang propertinya disita selama revolusi 1959 untuk menuntut perusahaan-perusahaan asing yang menggunakan properti tersebut.
Ini adalah salah satu isu paling pelik antara kedua negara saat ini, dan dua kasus semacam itu sekarang sedang disidangkan oleh Mahkamah Agung AS. Ada juga upaya di AS untuk mengajukan tuntutan terhadap mantan presiden Kuba Raúl Castro atas insiden Brothers to the Rescue, dengan harapan menciptakan dalih serupa untuk intervensi yang digunakan untuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Pemerintahan Presiden Trump telah sedikit melonggarkan embargo pengiriman minyak dari Venezuela ke Kuba karena krisis energi dan kemanusiaan yang semakin meningkat di pulau itu yang telah diperburuk oleh blokade AS.
Departemen Keuangan AS pada hari Rabu mengatakan akan mengizinkan perusahaan Amerika dan beberapa perusahaan internasional untuk menjual kembali minyak dan produk petroleum asal Venezuela di Kuba, membuka jalur penyelamat potensial antara rumah tangga Kuba dan bisnis swasta yang telah hancur akibat pemutusan impor bahan bakar dari Venezuela.
Langkah yang tidak biasa ini diambil sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Kuba. "Dan ditujukan untuk upaya meningkatkan kondisi kehidupan dan mendukung aktivitas ekonomi independen," kata Departemen Keuangan AS.
Lihat Juga :