Iran Tes Sistem Rudal Sayyad-3G di Selat Hormuz, Pemanasan untuk Perang Melawan AS
Minggu, 22 Februari 2026 - 05:55 WIB
Iran pertama kali menguji rudal pertahanan udara Sayyad-3 jarak jauh berbasis darat pada 28 Desember 2016. Versi berbasis darat memiliki jangkauan 120 kilometer, panjang enam meter, dan berat 900 kilogram.
Latihan “Smart Control” di Selat Hormuz dimulai pada 16 Februari dan berlangsung selama tiga hari.
Sementara itu, kapal induk terbesar di dunia milik AS, USS Gerald R. Ford, telah memasuki Laut Mediterania. Situs web pelacakan maritim menunjukkan bahwa kapal perusak kelas Arleigh Burke; USS Mahan—bagian dari kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford—kini sedang melintasi Selat Gibraltar. Diperkirakan kapal induk tersebut membutuhkan beberapa hari lagi untuk mencapai Timur Tengah dan siap beroperasi melawan Iran.
Mengutip dari BBC, kapal induk Gerald R. Ford sempat menyiarkan lokasinya di lepas pantai Atlantik Maroko pada hari Rabu lalu dan diyakini sedang menuju Timur Tengah, tempat kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, terlacak awal pekan ini.
Para pejabat AS dan Iran telah bertemu untuk putaran kedua perundingan nuklir Teheran di Swiss baru-baru ini, di mana dilaporkan telah ada kemajuan. Namun, Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa dunia kemungkinan akan mengetahui dalam 10 hari ke depan apakah AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan militer.
Latihan “Smart Control” di Selat Hormuz dimulai pada 16 Februari dan berlangsung selama tiga hari.
Sementara itu, kapal induk terbesar di dunia milik AS, USS Gerald R. Ford, telah memasuki Laut Mediterania. Situs web pelacakan maritim menunjukkan bahwa kapal perusak kelas Arleigh Burke; USS Mahan—bagian dari kelompok serang kapal induk USS Gerald R. Ford—kini sedang melintasi Selat Gibraltar. Diperkirakan kapal induk tersebut membutuhkan beberapa hari lagi untuk mencapai Timur Tengah dan siap beroperasi melawan Iran.
Mengutip dari BBC, kapal induk Gerald R. Ford sempat menyiarkan lokasinya di lepas pantai Atlantik Maroko pada hari Rabu lalu dan diyakini sedang menuju Timur Tengah, tempat kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, terlacak awal pekan ini.
Para pejabat AS dan Iran telah bertemu untuk putaran kedua perundingan nuklir Teheran di Swiss baru-baru ini, di mana dilaporkan telah ada kemajuan. Namun, Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa dunia kemungkinan akan mengetahui dalam 10 hari ke depan apakah AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan militer.
Lihat Juga :