AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Kamis, 19 Februari 2026 - 20:30 WIB
Kesepakatan tersebut adalah integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi — mitra utama Washington dalam perang melawan ISIS — ke dalam tentara Suriah.
Para pejabat AS menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai langkah signifikan menuju persatuan dan rekonsiliasi nasional setelah bertahun-tahun kepemimpinan yang terpecah-pecah di Suriah.
Kesepakatan itu tercapai setelah upaya baru oleh pasukan pemerintah Suriah, di bawah Presiden sementara Ahmed al-Sharaa, untuk menegaskan kembali kendali atas wilayah-wilayah yang tetap berada di luar otoritas Damaskus, khususnya di timur laut negara itu, tempat SDF memiliki pijakan.
Pasukan pemerintah kemudian terlibat dalam bentrokan mematikan dengan SDF dan merebut sebagian besar wilayah yang dikuasai Kurdi, meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas.
Kesepakatan yang didukung AS, yang dicapai pada 29 Januari, menciptakan gencatan senjata yang rapuh dan membuka jalan bagi negosiasi yang mengarah pada integrasi kedua pasukan.
Baca juga: Militer AS Siap Serang Iran Paling Cepat Hari Sabtu, Tunggu Keputusan Trump
Para pejabat AS menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai langkah signifikan menuju persatuan dan rekonsiliasi nasional setelah bertahun-tahun kepemimpinan yang terpecah-pecah di Suriah.
Kesepakatan itu tercapai setelah upaya baru oleh pasukan pemerintah Suriah, di bawah Presiden sementara Ahmed al-Sharaa, untuk menegaskan kembali kendali atas wilayah-wilayah yang tetap berada di luar otoritas Damaskus, khususnya di timur laut negara itu, tempat SDF memiliki pijakan.
Pasukan pemerintah kemudian terlibat dalam bentrokan mematikan dengan SDF dan merebut sebagian besar wilayah yang dikuasai Kurdi, meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas.
Kesepakatan yang didukung AS, yang dicapai pada 29 Januari, menciptakan gencatan senjata yang rapuh dan membuka jalan bagi negosiasi yang mengarah pada integrasi kedua pasukan.
Baca juga: Militer AS Siap Serang Iran Paling Cepat Hari Sabtu, Tunggu Keputusan Trump
(sya)
Lihat Juga :