Pangeran Arab Saudi: Zionis Ingin Wujudkan Israel Raya dari Nil hingga Eufrat
Senin, 16 Februari 2026 - 09:37 WIB
"Mereka menyalahkan apa yang mereka sebut ekstremis, pejuang Hamas yang keluar dan menembak mereka. Tetapi itu bukan alasan. Hamas hampir hancur," ujarnya.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan kemungkinan serangan AS, pangeran Arab Saudi tersebut menekankan bahwa negaranya mendukung diplomasi. Pada saat yang sama, dia menilai bahwa kepemimpinan rezim di Teheran berada di bawah tekanan berat setelah penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.
“Iran telah menderita pukulan keras dan menghancurkan selama dua tahun terakhir,” katanya.
“Kita menyaksikan pemberontakan itu. Menurut pengakuan mereka sendiri, pemberontakan itu merenggut banyak nyawa. Jadi ada rasa ketidakpastian yang dihadapi kepemimpinan di Iran, yang mungkin belum pernah mereka hadapi sebelumnya," paparnya.
Namun, bangsawan senior Arab Saudi itu menambahkan bahwa dia tidak tahu apakah peristiwa baru-baru ini pada akhirnya akan menyebabkan perubahan rezim di Iran.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan kemungkinan serangan AS, pangeran Arab Saudi tersebut menekankan bahwa negaranya mendukung diplomasi. Pada saat yang sama, dia menilai bahwa kepemimpinan rezim di Teheran berada di bawah tekanan berat setelah penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.
“Iran telah menderita pukulan keras dan menghancurkan selama dua tahun terakhir,” katanya.
“Kita menyaksikan pemberontakan itu. Menurut pengakuan mereka sendiri, pemberontakan itu merenggut banyak nyawa. Jadi ada rasa ketidakpastian yang dihadapi kepemimpinan di Iran, yang mungkin belum pernah mereka hadapi sebelumnya," paparnya.
Namun, bangsawan senior Arab Saudi itu menambahkan bahwa dia tidak tahu apakah peristiwa baru-baru ini pada akhirnya akan menyebabkan perubahan rezim di Iran.
(mas)
Lihat Juga :