Pangeran Arab Saudi: Zionis Ingin Wujudkan Israel Raya dari Nil hingga Eufrat

Senin, 16 Februari 2026 - 09:37 WIB
loading...
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Turki al-Faisal dari Arab Saudi menyinggung ambisi rezim Zionis Israel yang ingin wujudkan Israel Raya yang mencakup Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. Foto/Arab News
A A A
RIYADH - Pangeran senior Kerajaan Arab Saudi, Turki al-Faisal, mempersoalkan ambisi rezim Zionis Israel yang ingin mewujudkan Israel Raya (Greater Israel) dengan ekspansi wilayah dari kawasan Sungai Nil hingga Sungai Eufrat.

Itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan The National. Menurutnya, Riyadh berupaya mempromosikan rezim stabilitas dan pembangunan, bukan gejolak dan perkembangan negatif yang terjadi di masa lalu.

"Kita melihat Israel, misalnya, secara terbuka menyatakan bahwa mereka ingin mengembangkan apa yang mereka sebut ‘Israel Raya’ dari sungai ke sungai, dari Nil hingga Eufrat,” kata Pangeran Turki al-Faisal.

Baca Juga: Mengapa Iran Sangat Sulit Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya

"Iran, tentu saja, memiliki ambisinya sendiri. Ada juga kekuatan luar, Amerika Serikat, China, Rusia, Eropa, dan lainnya. Kawasan kita selalu dipandang sebagai hadiah bagi mereka yang bercita-cita untuk menguasainya," papar mantan kepala intelijen Arab Saudi tersebut, yang dikutip Israel Hayom, Senin (16/2/2026).

Di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Pangeran Turki al-Faisal juga mempertanyakan kemampuan Washington untuk bertindak di Gaza tanpa dukungan kelembagaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Membentuk dewan membutuhkan dukungan kelembagaan dan satu-satunya alternatif adalah PBB,” katanya.

“NATO tidak akan melakukannya, begitu pula Liga Arab. Amerika sendiri tidak akan mampu melakukannya," ujarnya.

Dia selanjutnya mengeluh bahwa Zionis Israel terus melanggar gencatan senjata di Gaza dan setiap hari warga Palestina terbunuh.

"Mereka menyalahkan apa yang mereka sebut ekstremis, pejuang Hamas yang keluar dan menembak mereka. Tetapi itu bukan alasan. Hamas hampir hancur," ujarnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan kemungkinan serangan AS, pangeran Arab Saudi tersebut menekankan bahwa negaranya mendukung diplomasi. Pada saat yang sama, dia menilai bahwa kepemimpinan rezim di Teheran berada di bawah tekanan berat setelah penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.

“Iran telah menderita pukulan keras dan menghancurkan selama dua tahun terakhir,” katanya.

“Kita menyaksikan pemberontakan itu. Menurut pengakuan mereka sendiri, pemberontakan itu merenggut banyak nyawa. Jadi ada rasa ketidakpastian yang dihadapi kepemimpinan di Iran, yang mungkin belum pernah mereka hadapi sebelumnya," paparnya.

Namun, bangsawan senior Arab Saudi itu menambahkan bahwa dia tidak tahu apakah peristiwa baru-baru ini pada akhirnya akan menyebabkan perubahan rezim di Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Berita Terkini
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved