AS Cari Gara-gara, CIA Bujuk Perwira Militer China Jadi Informan
Jum'at, 13 Februari 2026 - 09:37 WIB
Teks berbahasa Mandarin di bawah video tersebut meminta individu yang kredibel yang berpengetahuan dan bersedia berbagi dengan CIA.
“Apakah Anda memiliki informasi tentang para pemimpin China berpangkat tinggi? Apakah Anda seorang perwira militer atau memiliki hubungan dengan militer? Apakah Anda bekerja di bidang intelijen, diplomasi, ekonomi, sains, atau teknologi canggih, atau berurusan dengan orang-orang yang bekerja di bidang-bidang ini?” tulis CIA.
“Silakan hubungi kami. Kami ingin memahami kebenaran," lanjut teks tersebut, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (13/2/2026).
Video ini adalah yang terbaru dalam serangkaian upaya Washington untuk meningkatkan pengumpulan intelijen manusia tentang China.
Pada Mei tahun lalu, CIA meluncurkan dua video berbahasa Mandarin di saluran media sosialnya, yang bertujuan untuk memikat para pejabat agar membocorkan rahasia kepada AS, sekali lagi menunjukkan tokoh-tokoh fiktif yang kecewa memilih untuk menghubungi CIA.
Sekadar diketahui, AS dan China saat ini sedang "gencatan senjata perang dagang". Rencana Trump berkunjung ke Beijing pada April mendatang kemungkinan untuk membahas perpanjangan "gencatan senjata" tersebut.
Trump sebelumnya mengeklaim memiliki hubungan yang baik dengan Xi Jinping. “Saya akan mengunjungi Presiden Xi pada bulan April. Saya menantikannya. Dia akan datang ke sini akhir tahun ini, dan saya sangat menantikannya,” kata Trump.
“Apakah Anda memiliki informasi tentang para pemimpin China berpangkat tinggi? Apakah Anda seorang perwira militer atau memiliki hubungan dengan militer? Apakah Anda bekerja di bidang intelijen, diplomasi, ekonomi, sains, atau teknologi canggih, atau berurusan dengan orang-orang yang bekerja di bidang-bidang ini?” tulis CIA.
“Silakan hubungi kami. Kami ingin memahami kebenaran," lanjut teks tersebut, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (13/2/2026).
Video ini adalah yang terbaru dalam serangkaian upaya Washington untuk meningkatkan pengumpulan intelijen manusia tentang China.
Pada Mei tahun lalu, CIA meluncurkan dua video berbahasa Mandarin di saluran media sosialnya, yang bertujuan untuk memikat para pejabat agar membocorkan rahasia kepada AS, sekali lagi menunjukkan tokoh-tokoh fiktif yang kecewa memilih untuk menghubungi CIA.
Sekadar diketahui, AS dan China saat ini sedang "gencatan senjata perang dagang". Rencana Trump berkunjung ke Beijing pada April mendatang kemungkinan untuk membahas perpanjangan "gencatan senjata" tersebut.
Trump sebelumnya mengeklaim memiliki hubungan yang baik dengan Xi Jinping. “Saya akan mengunjungi Presiden Xi pada bulan April. Saya menantikannya. Dia akan datang ke sini akhir tahun ini, dan saya sangat menantikannya,” kata Trump.
Lihat Juga :