Akun Rekening Jeffrey Epstein Tertera Nama Baal yang Dikenal sebagai Sebutan Iblis

Senin, 02 Februari 2026 - 22:10 WIB

Siapa Baal?

Melansir Britannica, Kata Semit baal, yang berarti pemilik atau tuan, juga digunakan dalam agama-agama kuno untuk tuan atau dewa, dan masih didefinisikan sebagai dewa Kanaan atau Fenisia. Di antara dewa-dewa terbesar bangsa Semit adalah Baal dan Astarte—keduanya merupakan simbol kesuburan. Baal, dewa matahari, dipercaya membuat tanaman tumbuh dan ternak bertambah banyak. Astarte, dewi bulan, diidentifikasi dengan cinta yang penuh gairah.

Agama Baal disebarkan oleh pelaut Fenisia ke seluruh dunia Mediterania. Pemujaan Baal berkembang di Asia Kecil, Mesir, Yunani, Roma, Kartago, dan Spanyol. Baal dan Astarte, dengan nama yang berbeda, disembah di Babilonia dan Asyur.

Para pendeta mengajarkan bahwa Baal bertanggung jawab atas kekeringan, wabah penyakit, dan malapetaka lainnya, dan mereka melakukan pengorbanan untuk menenangkan dewa yang marah itu. Sapi jantan, kambing, domba, dan terkadang manusia dibakar hidup-hidup.

Dalam Alkitab, Baal juga disebut Beelzebub (Baalzebub), salah satu malaikat Setan yang jatuh.

Sementara itu, Baal atau juga disebut dengan Bael dikenal dalam demonologi klasik sebagai iblis kuno dan perkasa. Ia sering disebut sebagai roh utama pertama dalam Ars Goetia.

Melansir the horror collection, Baal dikatakan memberikan kemampuan menghilang dan kebijaksanaan kepada mereka yang dapat mengendalikannya.

Sifatnya sangat terkait dengan transisi dewa-dewa Kanaan kuno menjadi figur iblis dalam okultisme Barat. Sebagai Raja Timur, Bael dikaitkan dengan penampilan fisik yang kompleks dan mengerikan, mencerminkan statusnya yang tinggi dan lapisan kompleks evolusi historisnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!