Erdogan Tawari Trump Telekonferensi dengan Iran untuk Redam Potensi Perang

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:30 WIB
AS sangat dipengaruhi Israel dalam pendiriannya terhadap Iran, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ingin mengakhiri ancaman yang ditimbulkan program rudal balistik Teheran, serta penelitian nuklirnya.

Krisis Ditunda, Bukan Diselesaikan



Dalam upaya meredakan ketegangan, Fidan mengadakan serangkaian panggilan telepon dan pertemuan dengan para pejabat Iran dan AS, seperti yang juga dilakukan negara-negara lain di kawasan itu.

Hande Firat, kolumnis untuk surat kabar Hurriyet Turki, menulis pada hari Kamis bahwa Ankara mendorong pesan bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan.

“Tujuan Ankara adalah meredakan krisis yang meningkat, membawa pihak-pihak terkait kembali ke meja perundingan, dan mencegah kemungkinan intervensi militer,” tulisnya.

“Menurut sumber diplomatik, tanpa keterlibatan ini, kawasan tersebut mungkin menghadapi realitas yang sangat berbeda saat ini. Krisis telah ditunda, tetapi belum terselesaikan.”

Firat menambahkan, di luar kekhawatiran atas program nuklir Iran dan kemampuan balistiknya, Netanyahu telah mendorong intervensi AS karena ia menghadapi pemilihan parlemen akhir tahun ini.

Ia juga mencatat AS dapat kembali ke meja perundingan jika Teheran menawarkan kerja sama dengan Washington terkait cadangan minyak Iran.

Pada hari Rabu, Trump memperingatkan “armada besar” sedang menuju Iran dan akan menyerang dengan “kecepatan dan kekerasan” kecuali Teheran menyetujui kesepakatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!