Iran Buka Lagi Wilayah Udaranya setelah 5 Jam Ditutup, Ancaman Perang Mereda?

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:30 WIB
Amnesty International mengatakan telah meninjau bukti yang menunjukkan "pembunuhan massal yang melanggar hukum yang dilakukan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" di Iran selama seminggu terakhir, termasuk terhadap "sebagian besar demonstran dan warga sipil yang damai".

Menteri luar negeri G7 telah menyatakan kekhawatiran yang mendalam "atas tingginya tingkat kematian dan cedera yang dilaporkan" di Iran dan mengancam akan memberikan sanksi lebih lanjut kepada negara itu jika pemerintah "terus melakukan penindakan".

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan tuntutan rakyat Iran harus didengar terkait kondisi ekonomi mereka yang buruk.

Baca juga: Dibayangi Perang, Misi AS di Arab Saudi Desak Personel dan Warga Amerika Tingkatkan Kewaspadaan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!