Aktivis Sebut 538 Tewas dalam Demo Iran, Teheran Ancam Serang AS-Israel Jika Ikut Campur

Senin, 12 Januari 2026 - 06:03 WIB
Dia secara langsung mengancam Israel, yang dia sebut sebagai "wilayah pendudukan", dan militer AS, kemungkinan dengan serangan pendahuluan (pre-emptive strike).

“Jika terjadi serangan terhadap Iran, baik wilayah pendudukan maupun semua pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika di wilayah tersebut akan menjadi target sah kami,” kata Qalibaf. “Kami tidak menganggap diri kami terbatas pada reaksi setelah kejadian dan akan bertindak berdasarkan tanda-tanda ancaman objektif apa pun.”

Para anggota parlemen bergegas ke podium di parlemen Iran, berteriak: “Matilah Amerika!”

Masih belum jelas seberapa serius Iran dalam melancarkan serangan, terutama setelah pertahanan udaranya hancur selama perang 12 hari pada bulan Juni melawan invasi Israel. Keputusan untuk berperang akan bergantung pada Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ayatollah Ali Khamenei.

Militer AS yang bermarkas di Timur Tengah mengatakan,"Kami bersiap dengan pasukan yang mencakup seluruh kemampuan tempur untuk membela pasukan kami, mitra dan sekutu kami, serta kepentingan AS.”

Iran menargetkan pasukan AS di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada bulan Juni lalu, sementara Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah ditempatkan di Kerajaan Bahrain.

Sementara itu, Israel "mengamati dengan saksama" situasi antara AS dan Iran, kata seorang pejabat Israel, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio semalam tentang berbagai topik termasuk Iran, imbuh pejabat itu.

"Rakyat Israel, seluruh dunia, kagum akan kepahlawanan luar biasa warga Iran," kata Netanyahu, seorang tokoh garis keras terhadap Iran sejak lama.

Di Vatikan, Paus Leo XIV menyebut Iran sebagai tempat "di mana ketegangan yang berkelanjutan terus merenggut banyak nyawa."

"Saya berharap dan berdoa agar dialog dan perdamaian dapat dipupuk dengan sabar dalam mengejar kebaikan bersama seluruh masyarakat," katanya.

Video daring yang dikirim dari Iran, kemungkinan menggunakan pemancar satelit Starlink, diduga menunjukkan para demonstran berkumpul di lingkungan Punak di Teheran utara. Di sana, tampak pihak berwenang menutup jalan-jalan, dengan para pengunjuk rasa mengacungkan ponsel mereka yang menyala. Yang lain memukul-mukul logam sementara kembang api dinyalakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!