Reza Pahlavi Desak Para Demonstran Rebut Pusat Kota Iran

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:03 WIB
Dia juga mengatakan bahwa dia sedang bersiap untuk pulang ke Iran, menambahkan bahwa momen itu “sangat dekat".

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran atas pemadaman komunikasi di Iran, memperingatkan bahwa hal itu dapat menyembunyikan tindakan keras yang penuh kekerasan.

Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 51 orang telah tewas sejauh ini dalam kerusuhan tersebut. Sedangkan laporan TIME, yang mengutip dokter di Teheran, menyebutkan sudah 217 orang telah tewas.

Peraih Nobel Perdamaian asal Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan bahwa pasukan keamanan rezim mungkin sedang mempersiapkan "pembantaian di bawah kedok pemadaman komunikasi yang meluas."

Pihak berwenang Iran mengatakan beberapa anggota pasukan keamanan telah tewas. Dalam pidato hari Jumat, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengutuk para pengunjuk rasa sebagai "perusak", bersumpah bahwa Republik Islam "tidak akan mundur", dan menyalahkan Amerika Serikat karena memicu kerusuhan—sebuah klaim yang digaungkan oleh pejabat Iran lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!