Viral, Wanita Lansia Iran Demo dengan 'Mulut Berdarah': Saya Telah Mati selama 47 Tahun

Jum'at, 09 Januari 2026 - 14:21 WIB

Rezim Khamenei di Bawah Tekanan



Meningkatnya protes meningkatkan tekanan pada pemerintah sipil Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. CloudFlare, sebuah perusahaan internet, dan kelompok advokasi NetBlocks melaporkan pemadaman internet, keduanya mengaitkannya dengan campur tangan pemerintah Iran. Pemadaman semacam itu di masa lalu diikuti oleh tindakan keras pemerintah yang intensif.

Televisi pemerintah Iran akhirnya angkat bicara tentang protes pada hari Jumat, melaporkan korban jiwa dan mengeklaim "agen teroris" AS dan Israel membakar gedung-gedung tersebut.

Namun, mereka tidak mengakui pemadaman internet yang memutus hubungan negara berpenduduk lebih dari 85 juta jiwa itu dari dunia luar, malah menyoroti subsidi makanan dalam siaran mereka pukul 07.00 pagi pada hari Jumat.

Sementara itu, protes itu sendiri sebagian besar tetap tanpa pemimpin, dengan warga Iran dalam jumlah besar turun ke jalan dan meneriakkan slogan-slogan, termasuk, “Matilah diktator!” dan “Matilah Republik Islam!”

Demonstran yang lain memuji Pahlavi, berteriak, “Ini pertempuran terakhir! Pahlavi akan kembali!”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!