Iran Eksekusi Mati Seorang Pria Mata-mata Mossad

Kamis, 08 Januari 2026 - 13:01 WIB
Lebih lanjut, laporan itu menyebut Ardestani sebagai "pasukan operasi khusus Israel" dan mengeklaim bahwa dia memberikan gambar dan rekaman "tempat-tempat khusus" kepada agen Mossad.

Masih menurut laporan IRNA, Israel merekrut Ardestani secara online. Kasusnya ditangani sesuai prosedur hukum, baik di pengadilan tingkat pertama maupun Mahkamah Agung.

Organisasi hak asasi manusia dan pemerintah Barat telah mengutuk peningkatan penggunaan hukuman mati oleh Iran, khususnya untuk pelanggaran politik dan terkait spionase.

Para aktivis berpendapat bahwa banyak dari vonis mati bergantung pada pengakuan yang dipaksakan, dan bahwa persidangan sering berlangsung secara tertutup, tanpa akses ke perwakilan hukum independen.

Namun, Teheran mempertahankan pendiriannya bahwa mereka yang dieksekusi adalah agen dinas intelijen musuh yang terlibat dalam tindakan terorisme atau sabotase.

Iran telah mengeksekusi setidaknya 1.500 orang pada tahun 2025, menurut kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia, dalam apa yang mereka sebut sebagai peningkatan penggunaan hukuman mati yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam 35 tahun terakhir. Selama Iran Human Rights berdiri, kami belum pernah memiliki angka seperti itu,” kata direktur kelompok tersebut, Mahmood Amiry-Moghaddam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!