Trump: Kesepakatan Akhiri Perang Rusia-Ukraina Lebih Dekat dari Sebelumnya
Senin, 29 Desember 2025 - 06:52 WIB
Presiden AS itu mengakui ada satu atau dua isu sulit yang belum terselesaikan, mengenai wilayah dan bagaimana perang mungkin berakhir, dan menyatakan simpati kepada Rusia yang tidak menginginkan gencatan senjata. “Anda harus memahami pihak lain,” katanya.
Dia juga menawarkan untuk melakukan perjalanan ke Kyiv untuk berpidato di Parlemen Ukraina menjelang kemungkinan pemungutan suara tentang rencana perdamaian, dengan mengatakan bahwa dia pikir hal ini mungkin tidak perlu. “Anda selalu diterima,” sela Zelensky, seperti dikutip The Guardian, Senin (29/12/2025).
Zelensky berulang kali berterima kasih kepada Trump dan memberikan penghormatan kepada tim AS-nya, termasuk utusan presiden Steve Witkoff dan menantunya; Jared Kushner.
Terlepas dari citra positif tersebut, hanya ada sedikit tanda bahwa kesepakatan yang tulus akan segera tercapai. Ketika ditanya tentang status Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia—yang dikuasai Rusia sejak awal invasi skala penuh tahun 2022— Trump memberikan jawaban yang membingungkan dan mengatakan Putin tidak lagi mengebomnya.
Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump melakukan panggilan telepon panjang dengan Putin.
“Kedua pemimpin ingin ini berakhir,” kata Trump, menambahkan: “Saya pikir kita bisa bergerak cukup cepat. Jika tidak, ini akan berlangsung sangat lama.”
Dia juga menawarkan untuk melakukan perjalanan ke Kyiv untuk berpidato di Parlemen Ukraina menjelang kemungkinan pemungutan suara tentang rencana perdamaian, dengan mengatakan bahwa dia pikir hal ini mungkin tidak perlu. “Anda selalu diterima,” sela Zelensky, seperti dikutip The Guardian, Senin (29/12/2025).
Zelensky berulang kali berterima kasih kepada Trump dan memberikan penghormatan kepada tim AS-nya, termasuk utusan presiden Steve Witkoff dan menantunya; Jared Kushner.
Terlepas dari citra positif tersebut, hanya ada sedikit tanda bahwa kesepakatan yang tulus akan segera tercapai. Ketika ditanya tentang status Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia—yang dikuasai Rusia sejak awal invasi skala penuh tahun 2022— Trump memberikan jawaban yang membingungkan dan mengatakan Putin tidak lagi mengebomnya.
Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump melakukan panggilan telepon panjang dengan Putin.
“Kedua pemimpin ingin ini berakhir,” kata Trump, menambahkan: “Saya pikir kita bisa bergerak cukup cepat. Jika tidak, ini akan berlangsung sangat lama.”
Lihat Juga :