Jenderal Senior IRGC Ungkap Trump dan Netanyahu Berkomplot Dukung Kudeta Iran
Kamis, 11 Desember 2025 - 07:41 WIB
“Individu-individu ini dibawa ke Turki, Dubai, Qatar, dan negara-negara lain untuk mengikuti kursus dan pelatihan politik yang biayanya mencapai USD25.000 per orang, dengan korupsi dan immoralitas digunakan sebagai umpan,” tegasnya.
“Israel sebelumnya membunuh ilmuwan nuklir Iran secara langsung, tetapi sekarang menggunakan ‘preman’ Iran yang dilatih di luar negeri," paparnya.
Setidaknya sejak tahun 2010, Israel diduga telah melakukan puluhan serangan di dalam Iran, menargetkan instalasi nuklir dan militer yang sensitif dan melakukan pembunuhan terhadap individu yang dianggap sebagai ancaman.
Serangan-serangan ini meningkat setelah Juli 2020, ketika sebuah ledakan di lokasi pengayaan uranium Natanz menghancurkan sebuah bangunan.
Pada November tahun itu, Mohsen Fakhrizadeh, tokoh kunci dalam program nuklir Iran, dibunuh dalam serangan di pinggir jalan dekat Teheran.
Intelijen Barat dan Israel telah lama mencurigai Fakhrizadeh sebagai arsitek program senjata nuklir rahasia Iran.
Serangan Israel pada bulan Juni menewaskan lebih dari 20 komandan senior, termasuk Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran; Hossein Salami, Panglima Tertinggi IRGC; dan Gholamali Rashid, Kepala Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Selain ratusan personel militer yang tewas, serangan Israel juga menewaskan ratusan warga sipil. Serangan balasan Iran menewaskan 32 warga sipil Israel dan seorang tentara yang sedang tidak bertugas.
“Israel sebelumnya membunuh ilmuwan nuklir Iran secara langsung, tetapi sekarang menggunakan ‘preman’ Iran yang dilatih di luar negeri," paparnya.
Setidaknya sejak tahun 2010, Israel diduga telah melakukan puluhan serangan di dalam Iran, menargetkan instalasi nuklir dan militer yang sensitif dan melakukan pembunuhan terhadap individu yang dianggap sebagai ancaman.
Serangan-serangan ini meningkat setelah Juli 2020, ketika sebuah ledakan di lokasi pengayaan uranium Natanz menghancurkan sebuah bangunan.
Pada November tahun itu, Mohsen Fakhrizadeh, tokoh kunci dalam program nuklir Iran, dibunuh dalam serangan di pinggir jalan dekat Teheran.
Intelijen Barat dan Israel telah lama mencurigai Fakhrizadeh sebagai arsitek program senjata nuklir rahasia Iran.
Serangan Israel pada bulan Juni menewaskan lebih dari 20 komandan senior, termasuk Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran; Hossein Salami, Panglima Tertinggi IRGC; dan Gholamali Rashid, Kepala Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Selain ratusan personel militer yang tewas, serangan Israel juga menewaskan ratusan warga sipil. Serangan balasan Iran menewaskan 32 warga sipil Israel dan seorang tentara yang sedang tidak bertugas.
(mas)
Lihat Juga :