Sebagian Besar Sandera Israel yang Tewas Disebabkan Tembakan Tentara Zionis di Gaza

Rabu, 10 Desember 2025 - 15:21 WIB
Mengenai protes yang dilakukan oleh keluarga sandera Israel, Alon mengatakan bahwa “dampak protes tersebut terhadap negosiasi jauh lebih kecil daripada yang diklaim banyak pihak.”

Baca Juga: 7 Negara Timur Tengah Paling Siap Perang pada 2025

Perjanjian gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober berdasarkan rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump, menghentikan serangan Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Tahap pertama kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan atas tahanan Palestina. Rencana tersebut juga membayangkan pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.

Israel mengaitkan dimulainya negosiasi untuk meluncurkan tahap kedua perjanjian gencatan senjata dengan penerimaan jenazah semua sanderanya. Kelompok tersebut mengklaim bahwa jenazah seorang sandera Israel masih berada di Gaza, sementara Hamas mengatakan telah menyerahkan semua 20 sandera Israel yang masih hidup dan jenazah semua 28 sandera yang tewas.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!