Jenderal IRGC Desak Iran Bikin Rudal Siluman untuk Menembus Sistem Anti-Rudal Israel

Senin, 08 Desember 2025 - 15:39 WIB
Pakpour menekankan perlunya menjaga kesiapan dan memperkuat kemampuan teknis dan taktis, karena musuh juga berupaya mengatasi kelemahan mereka.

Dia menggambarkan perang yang dipaksakan baru-baru ini sebagai "perang teknologi dan artificial intelligence (AI)," karena Iran menghadapi sistem canggih AS dan Eropa di medan perang.

Pada 13 Juni, Israel melancarkan perang yang tak beralasan terhadap Iran, menewaskan banyak komandan militer berpangkat tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil biasa.

Lebih dari seminggu kemudian, Amerika Serikat juga memasuki perang dan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan situs-situs strategis di seluruh wilayah pendudukan Zionis serta pangkalan udara al-Udeid.

Pada 24 Juni, Iran, melalui operasi pembalasan yang berhasil terhadap rezim Israel dan AS, berhasil menghentikan serangan ilegal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!