Kremlin Senang Trump Berhenti Sebut Rusia sebagai Ancaman Langsung

Senin, 08 Desember 2025 - 09:23 WIB
"Penyesuaian yang kami lihat dalam banyak hal sesuai dengan visi kami," ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada reporter televisi pemerintah Rusia, Pavel Zarubin, ketika ditanya tentang strategi baru AS tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (8/12/2025).

Ketika ditanya tentang janji dalam dokumen AS untuk mengakhiri persepsi—dan mencegah realitas—NATO sebagai aliansi yang terus berkembang, Peskov mengatakan hal itu menggembirakan.

Namun Peskov juga memperingatkan bahwa apa yang disebutnya sebagai "deep state [negara di dalam negara]" AS memandang dunia secara berbeda dari Trump, yang telah menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada jaringan pejabat AS yang diduga mengakar yang berusaha melemahkan mereka yang menentang status quo, termasuk Trump sendiri.

Para kritikus Trump mengatakan bahwa "deep state" tidak ada, dan bahwa Trump dan sekutunya sedang memperdagangkan teori konspirasi untuk membenarkan perebutan kekuasaan oleh cabang eksekutif.

Sejak aneksasi Crimea oleh Rusia pada tahun 2014 dan invasinya ke Ukraina pada tahun 2022, strategi AS telah menetapkan Moskow sebagai agresor atau ancaman yang mencoba mengacaukan tatanan pasca-Perang Dingin dengan kekerasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!