Terungkap, Kapal Perang AS Tembak Jatuh Jet Tempur F/A-18 Amerika karena Dikira Rudal Houthi
Jum'at, 05 Desember 2025 - 11:47 WIB
Insiden mengerikan itu tepatnya terjadi pada 22 Desember, hanya tujuh hari setelah kapal-kapal Amerika memasuki Laut Merah. Kedua penerbang jet tempur Super Hornt, yakni pilot dan perwira persenjataan, berhasil melontarkan diri dengan selamat dari pesawat tempur senilai sekitar USD60 juta tersebut.
Laporan itu menyatakan saat rudal permukaan-ke-udara pertama melesat ke atas dari tabung rudal USS Gettyburg, pilot dan perwira persenjataan jet pertama berasumsi bahwa senjata tersebut sedang mengejar pesawat nirawak Houthi yang tidak mereka temukan.
Mereka menyaksikan rudal itu melesat naik dan kemudian tiba-tiba berubah arah. Saat senjata itu melesat ke arah mereka, tidak ada pilihan lain selain melontarkan diri tepat sebelum rudal menghantam pesawat.
Di momen yang kacau itu, USS Gettysburg menembakkan rudal lain ke jet tempur Amerika kedua. Para penerbang di dalamnya mengeluarkan beberapa panggilan darurat. Arah rudal pun diakali.
Seorang komandan helikopter Angkatan Laut yang menyaksikan insiden tersebut mengatakan kepada para penyelidik bahwa krunya melihat rudal di atas kepala dan melihatnya menyala. Dia dan kru mengatakan tidak ada peringatan sebelum tembakan dilepaskan.
Mengenai penyebab insiden ini, investigasi komando menunjukkan serangkaian kegagalan, mulai dari kekurangan dalam proses perencanaan hingga kekurangan dalam sistem tempur USS Gettysburg, dan mencatat bahwa kelelahan kru mungkin berperan.
Pada awal penempatan, lanjut laporan investigasi, Angkatan Laut mengidentifikasi "degradasi signifikan" dalam sistem interoperabilitas inti USS Gettysburg. Masalah yang dihadapi meliputi manajemen jaringan, pengawasan dan pelaporan pelacakan, identifikasi, pelacakan bersama, keterlibatan misi, dan koordinasi persenjataan.
Laporan itu menyatakan saat rudal permukaan-ke-udara pertama melesat ke atas dari tabung rudal USS Gettyburg, pilot dan perwira persenjataan jet pertama berasumsi bahwa senjata tersebut sedang mengejar pesawat nirawak Houthi yang tidak mereka temukan.
Mereka menyaksikan rudal itu melesat naik dan kemudian tiba-tiba berubah arah. Saat senjata itu melesat ke arah mereka, tidak ada pilihan lain selain melontarkan diri tepat sebelum rudal menghantam pesawat.
Di momen yang kacau itu, USS Gettysburg menembakkan rudal lain ke jet tempur Amerika kedua. Para penerbang di dalamnya mengeluarkan beberapa panggilan darurat. Arah rudal pun diakali.
Seorang komandan helikopter Angkatan Laut yang menyaksikan insiden tersebut mengatakan kepada para penyelidik bahwa krunya melihat rudal di atas kepala dan melihatnya menyala. Dia dan kru mengatakan tidak ada peringatan sebelum tembakan dilepaskan.
Mengenai penyebab insiden ini, investigasi komando menunjukkan serangkaian kegagalan, mulai dari kekurangan dalam proses perencanaan hingga kekurangan dalam sistem tempur USS Gettysburg, dan mencatat bahwa kelelahan kru mungkin berperan.
Pada awal penempatan, lanjut laporan investigasi, Angkatan Laut mengidentifikasi "degradasi signifikan" dalam sistem interoperabilitas inti USS Gettysburg. Masalah yang dihadapi meliputi manajemen jaringan, pengawasan dan pelaporan pelacakan, identifikasi, pelacakan bersama, keterlibatan misi, dan koordinasi persenjataan.
Lihat Juga :