AS Reka Ulang Drone Shahed Iran dan Akan Dikerahkan ke Timur Tengah

Kamis, 04 Desember 2025 - 15:19 WIB
"Memperlengkapi prajurit terampil kita dengan kemampuan drone mutakhir lebih cepat menunjukkan inovasi dan kekuatan militer AS, yang akan mencegah pelaku kejahatan," ujarnya.

CENTCOM mengatakan satuan tugas tersebut telah membangun satu skuadron menggunakan apa yang disebutnya drone Low-cost Unmanned Combat Attack System (Sistem Serangan Tempur Nirawak Berbiaya Rendah) atau LUCAS, yang dikembangkan oleh perusahaan SpektreWorks yang berbasis di Arizona.

Drone-drone tersebut dapat terbang jarak jauh, beroperasi secara otonom, dan diluncurkan dengan ketapel, sistem berbantuan roket, atau pun kendaraan bergerak.

Drone LUCAS diciptakan setelah pengembang merekayasa ulang drone Shahed dari Iran, yang disita AS beberapa tahun lalu, menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat pertahanan AS.

Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan bahwa pejabat pertahanan tersebut mengakui fokus militer AS pada sistem presisi yang lebih besar dan lebih mahal telah membuat pasukan Washington berada pada posisi yang kurang menguntungkan melawan drone murah seperti yang digunakan oleh Iran.

"Tapi sekarang kita sedang membalik keadaan," imbuh pejabat tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!