China Tegas Akan Melawan Sistem Rudal Golden Dome AS, Ini Alasannya
Jum'at, 28 November 2025 - 14:19 WIB
Tanah air AS saat ini dilindungi oleh sistem pertahanan yang terdiri dari radar dan pencegat. Namun, sistem tersebut tidak dirancang atau mampu melawan ancaman rudal besar dan canggih dari Rusia dan China—musuh utama bersenjata nuklir bagi Washington.
Seiring terus berkembangnya ancaman rudal global, termasuk rudal nuklir China yang dilaporkan memiliki jangkauan global, pemerintahan Trump sedang memajukan inisiatif Golden Dome untuk melindungi tanah air AS—sebuah rencana yang mencakup pencegat dan sensor berbasis ruang angkasa.
Meskipun China sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran atas Golden Dome, yang menurutnya akan melemahkan keseimbangan dan stabilitas strategis, kekuatan Asia Timur tersebut justru meluncurkan sistem serupa dalam parade militer bulan September yang membentuk perisai pertahanan berlapis.
Dalam buku putih yang dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara, China menuduh AS mengejar "keamanan absolut" dengan membangun Golden Dome tanpa kendali, dengan mengatakan bahwa rencana semacam itu akan merusak kepentingan keamanan sah negara lain.
"China akan dengan tegas melawan setiap tindakan yang mengancam atau merusak kepentingan intinya," lanjut dokumen militer China, seraya menambahkan bahwa sistem pertahanan antirudal Trump berupaya menyebarkan senjata di luar angkasa, yang menurutnya akan sangat mengancam keamanan di wilayah tersebut.
Beijing juga mengkritik Washington atas penarikannya dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada tahun 2002, sebuah perjanjian pengendalian senjata AS dengan Rusia yang sekarang sudah tidak berlaku lagi, yang melarang pengerahan pertahanan nasional terhadap rudal balistik strategis berhulu ledak nuklir.
Seiring terus berkembangnya ancaman rudal global, termasuk rudal nuklir China yang dilaporkan memiliki jangkauan global, pemerintahan Trump sedang memajukan inisiatif Golden Dome untuk melindungi tanah air AS—sebuah rencana yang mencakup pencegat dan sensor berbasis ruang angkasa.
Meskipun China sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran atas Golden Dome, yang menurutnya akan melemahkan keseimbangan dan stabilitas strategis, kekuatan Asia Timur tersebut justru meluncurkan sistem serupa dalam parade militer bulan September yang membentuk perisai pertahanan berlapis.
Dalam buku putih yang dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara, China menuduh AS mengejar "keamanan absolut" dengan membangun Golden Dome tanpa kendali, dengan mengatakan bahwa rencana semacam itu akan merusak kepentingan keamanan sah negara lain.
"China akan dengan tegas melawan setiap tindakan yang mengancam atau merusak kepentingan intinya," lanjut dokumen militer China, seraya menambahkan bahwa sistem pertahanan antirudal Trump berupaya menyebarkan senjata di luar angkasa, yang menurutnya akan sangat mengancam keamanan di wilayah tersebut.
Beijing juga mengkritik Washington atas penarikannya dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada tahun 2002, sebuah perjanjian pengendalian senjata AS dengan Rusia yang sekarang sudah tidak berlaku lagi, yang melarang pengerahan pertahanan nasional terhadap rudal balistik strategis berhulu ledak nuklir.
Lihat Juga :