Israel Melanggar Gencatan Senjata sebanyak 500 Kali dalam 44 Hari
Minggu, 23 November 2025 - 19:52 WIB
"Sebagai tanggapan, Israel menghabisi lima [pejuang] senior Hamas," katanya dalam sebuah pernyataan.
Hamas menuntut Israel untuk mengungkapkan identitas pejuang yang diduga menyerang pasukan Israel.
Izzat al-Risheq, seorang anggota senior biro politik Hamas, meminta para mediator kesepakatan Gaza dan pemerintah AS untuk menekan Israel agar mendukung klaimnya dan melaksanakan perjanjian Gaza.
"Israel mengarang dalih untuk menghindari perjanjian dan kembali ke perang pemusnahan," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Israellah yang melanggar perjanjian tersebut setiap hari dan secara sistematis."
Ia juga membantah laporan yang mengklaim Hamas telah membatalkan gencatan senjata.
Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Kota Gaza, mengatakan pada hari Minggu bahwa kesepakatan gencatan senjata di Gaza hanyalah "gencatan senjata di atas nama".
"Pada kenyataannya, meskipun ada jeda yang diumumkan, pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di Gaza," katanya.
Baca Juga: Sinyal Perang Dunia III Menguat, Jerman Berambisi Memiliki Militer Terkuat di Eropa
Hamas menuntut Israel untuk mengungkapkan identitas pejuang yang diduga menyerang pasukan Israel.
Izzat al-Risheq, seorang anggota senior biro politik Hamas, meminta para mediator kesepakatan Gaza dan pemerintah AS untuk menekan Israel agar mendukung klaimnya dan melaksanakan perjanjian Gaza.
"Israel mengarang dalih untuk menghindari perjanjian dan kembali ke perang pemusnahan," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Israellah yang melanggar perjanjian tersebut setiap hari dan secara sistematis."
Ia juga membantah laporan yang mengklaim Hamas telah membatalkan gencatan senjata.
Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera, melaporkan dari Kota Gaza, mengatakan pada hari Minggu bahwa kesepakatan gencatan senjata di Gaza hanyalah "gencatan senjata di atas nama".
"Pada kenyataannya, meskipun ada jeda yang diumumkan, pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di Gaza," katanya.
Baca Juga: Sinyal Perang Dunia III Menguat, Jerman Berambisi Memiliki Militer Terkuat di Eropa
Lihat Juga :