Trump Murka dan Serukan 6 Anggota Kongres Partai Demokrat Digantung, Ini Sebabnya
Jum'at, 21 November 2025 - 11:23 WIB
Terkait seruan berbahaya Trump, Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menuduh sang presiden mengobarkan kekerasan politik. Anggota Partai Demokrat lainnya memperingatkan bahwa seruan Presiden Trump akan membuat seseorang terbunuh.
"Mari kita perjelas, Presiden Amerika Serikat menyerukan eksekusi pejabat terpilih. Ini adalah ancaman langsung, dan sangat serius," kecam Schumer.
"Setiap kali Donald Trump mengunggah hal-hal seperti ini, ia meningkatkan kemungkinan terjadinya kekerasan politik," lanjut Schumer.
"Tak seorang pun dari kita seharusnya menoleransi perilaku semacam ini," imbuh dia.
Dalam pernyataan bersama yang menanggapi reaksi ekstrem Trump, anggota Partai Demokrat yang terlibat dalam video tersebut menulis: "Yang paling jelas adalah bahwa presiden menganggap tindakan kami untuk mengubah undang-undang ini dapat dihukum mati."
"Anggota militer kita harus tahu bahwa kita mendukung mereka, mereka memenuhi sumpah mereka kepada Konstitusi dan kewajiban untuk hanya mematuhi perintah yang sah," lanjut pernyataan itu.
"Ini bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tetapi juga tugas kita."
Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro, yang rumahnya diserang bom bakar awal tahun ini, mengatakan: "Trump secara aktif mendorong kekerasan politik sekali lagi, meningkatkan risiko bahaya nyata bagi para pemimpin terpilih kita dan memperdalam perpecahan di negara kita."
"Para penjilat dan pendukung Presiden yang mengelilingi dirinya dengan cepat mengutuk bahasa seperti ini ketika itu sesuai dengan tujuan politik mereka–tetapi di saat-saat seperti ini, mereka tetap diam," tulis Shapiro di X, Jumat (21/11/2025).
"Mari kita perjelas, Presiden Amerika Serikat menyerukan eksekusi pejabat terpilih. Ini adalah ancaman langsung, dan sangat serius," kecam Schumer.
"Setiap kali Donald Trump mengunggah hal-hal seperti ini, ia meningkatkan kemungkinan terjadinya kekerasan politik," lanjut Schumer.
"Tak seorang pun dari kita seharusnya menoleransi perilaku semacam ini," imbuh dia.
Dalam pernyataan bersama yang menanggapi reaksi ekstrem Trump, anggota Partai Demokrat yang terlibat dalam video tersebut menulis: "Yang paling jelas adalah bahwa presiden menganggap tindakan kami untuk mengubah undang-undang ini dapat dihukum mati."
"Anggota militer kita harus tahu bahwa kita mendukung mereka, mereka memenuhi sumpah mereka kepada Konstitusi dan kewajiban untuk hanya mematuhi perintah yang sah," lanjut pernyataan itu.
"Ini bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tetapi juga tugas kita."
Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro, yang rumahnya diserang bom bakar awal tahun ini, mengatakan: "Trump secara aktif mendorong kekerasan politik sekali lagi, meningkatkan risiko bahaya nyata bagi para pemimpin terpilih kita dan memperdalam perpecahan di negara kita."
"Para penjilat dan pendukung Presiden yang mengelilingi dirinya dengan cepat mengutuk bahasa seperti ini ketika itu sesuai dengan tujuan politik mereka–tetapi di saat-saat seperti ini, mereka tetap diam," tulis Shapiro di X, Jumat (21/11/2025).
(mas)
Lihat Juga :