Siapa Al-Majd Europe? Kelompok Bayangan yang Kirim Warga Palestina ke Afrika Selatan dan Indonesia

Minggu, 16 November 2025 - 21:50 WIB
Al Jazeera berbicara dengan seorang pria Palestina lain yang hanya mengidentifikasi dirinya sebagai Omar dalam pesan teks WhatsApp. Ia mengatakan seorang perwakilan Al-Majd Eropa memberitahunya bahwa paspor dan akta kelahiran akan diperlukan untuk penerbangan dan akan ada biaya awal sebesar USD2.500 per orang sebagai uang muka.

Namun, Omar mengatakan permintaannya untuk pindah dari Gaza ditolak oleh perwakilan tersebut karena kelompok tersebut tidak menerima pelancong solo.

Berbicara dari az-Zawayda di Gaza tengah, Hind Khoudary dari Al Jazeera mengatakan warga Palestina di Gaza telah mendengar lebih banyak tentang operasi tersebut dan beberapa terdorong untuk mempertimbangkannya karena "situasi hidup yang tak tertahankan" setelah dua tahun pemboman dan operasi darat Israel.

“Sistem pendidikan di Gaza juga telah runtuh, sehingga beberapa warga Palestina merasa tidak ada masa depan bagi mereka dan anak-anak mereka,” ujarnya.

Militer Israel mengakui "memfasilitasi" pemindahan warga Palestina keluar dari Gaza, yang merupakan bagian dari kebijakan "keberangkatan sukarela" bagi warga Palestina yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat.

Tentara Israel membentuk sebuah unit pada bulan Maret untuk lebih mendorong dan memfasilitasi kebijakan ini setelah memperoleh persetujuan dari kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!