Israel Bangun Tembok Baru untuk Perluas Wilayah, Lebanon Ajukan Protes ke PBB
Minggu, 16 November 2025 - 14:34 WIB
Kepresidenan mengatakan laporan tersebut menunjukkan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) telah secara resmi memberi tahu Israel bahwa tembok tersebut harus dibongkar.
Lebanon mengatakan pembangunan dan keberadaan Israel yang berkelanjutan di luar Garis Biru, perbatasan de facto, merupakan pelanggaran terhadap wilayahnya dan terhadap batas yang diakui secara internasional yang ditetapkan setelah penarikan Israel pada tahun 2000.
Kepresidenan mengatakan bahwa aktivitas pembangunan Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, beserta kehadiran militernya, merupakan "pelanggaran nyata" terhadap Resolusi 1701 dan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.
BacaJuga: Pejabat Militer AS: Langkah-langkah Awal Sedang Disiapkan untuk Kemungkinan Invasi Venezuela
Pada hari Jumat, UNIFIL menyatakan bahwa Israel telah membangun dua tembok di barat daya kota Yaroun, yang membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak dapat diakses oleh rakyat Lebanon.
Lebanon mengatakan pembangunan dan keberadaan Israel yang berkelanjutan di luar Garis Biru, perbatasan de facto, merupakan pelanggaran terhadap wilayahnya dan terhadap batas yang diakui secara internasional yang ditetapkan setelah penarikan Israel pada tahun 2000.
Kepresidenan mengatakan bahwa aktivitas pembangunan Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, beserta kehadiran militernya, merupakan "pelanggaran nyata" terhadap Resolusi 1701 dan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.
BacaJuga: Pejabat Militer AS: Langkah-langkah Awal Sedang Disiapkan untuk Kemungkinan Invasi Venezuela
Pada hari Jumat, UNIFIL menyatakan bahwa Israel telah membangun dua tembok di barat daya kota Yaroun, yang membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak dapat diakses oleh rakyat Lebanon.
Lihat Juga :