Cendekiawan Muslim Internasional Sebut Normalisasi Membuat Israel Kian Semena-mena
Senin, 14 September 2020 - 19:53 WIB
IUMS mengatakan, melakukan normalisasi dengan Israel sama saja dengan memberikan lampu hijau bagi Tel Aviv untuk melanjutkan kebijakan pendudukan mereka terhadap Palestina. Foto/REUTERS
ANKARA - Persatuan Internasional untuk Cendekiawan Muslim (IUMS) menyatakan menolak keras normalisasi hubungan dengan Israel . IUMS mengatakan, melakukan normalisasi dengan Israe l sama saja dengan memberikan lampu hijau bagi Tel Aviv untuk melanjutkan kebijakan pendudukan mereka terhadap Palestina.
Sekretaris Jenderal IUMS, Ali al-Qaradaghi mengatakan normalisasi membuat Israel semakin berani untuk melanjutkan pendudukan selama puluhan tahun di tanah Palestina. ( Baca juga: Perdamaian Israel-Bahrain Tak Bantu Palestina )
"Normalisasi dengan penjajah Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem dilarang dan dianggap makar," ucap Qaradaghi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (14/9/2020).
Pada hari Jumat, Bahrain dan Israel mengumumkan perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi hubungan mereka, dalam sebuah langkah yang dilakukan satu bulan setelah kesepakatan serupa antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sekretaris Jenderal IUMS, Ali al-Qaradaghi mengatakan normalisasi membuat Israel semakin berani untuk melanjutkan pendudukan selama puluhan tahun di tanah Palestina. ( Baca juga: Perdamaian Israel-Bahrain Tak Bantu Palestina )
"Normalisasi dengan penjajah Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem dilarang dan dianggap makar," ucap Qaradaghi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (14/9/2020).
Pada hari Jumat, Bahrain dan Israel mengumumkan perjanjian yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi hubungan mereka, dalam sebuah langkah yang dilakukan satu bulan setelah kesepakatan serupa antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA).
Lihat Juga :