AS Ketar-ketir ketika Kapal Induk Generasi Terbaru China Mulai Beroperasi, Berikut 5 Kehebatannya

Sabtu, 08 November 2025 - 15:42 WIB
Beijing telah menggelontorkan miliaran dolar untuk pertahanan dalam beberapa tahun terakhir, dengan tujuan memodernisasi angkatan bersenjatanya pada tahun 2035.

Kapal induk keempat telah dibangun sejak tahun 2024, dan diperkirakan memiliki kemampuan propulsi nuklir yang akan meningkatkan jarak tempuhnya dengan praktis menghilangkan kebutuhan pengisian bahan bakar.

Angkatan Laut China diperkirakan akan memiliki enam kapal induk pada tahun 2030, menurut perkiraan Departemen Pertahanan AS.

5. Menjadi Angkatan Laut Terbesar di Dunia

Dari segi jumlah, China memiliki angkatan laut terbesar di dunia, dengan lebih dari 700 kapal perang dan kapal selam, serta lebih dari 1.000 kapal aktif. Sebagai perbandingan, Angkatan Laut AS hanya memiliki lebih dari 200 kapal aktif.

Namun dalam hal kapal induk, ketidakseimbangannya terbalik: Angkatan Laut AS memiliki total 11 kapal induk, dibandingkan dengan tiga milik China. Semuanya bertenaga nuklir.

Namun China telah berupaya untuk menutup kesenjangan ini, membangun kapal perang baru dengan kecepatan yang belum mampu ditandingi AS.

"Mereka mengerahkan dan membangun lebih banyak kapal induk, mereka mengerahkan lebih banyak kapal selam bertenaga nuklir, mereka mengerahkan lebih banyak kapal perusak yang lebih besar dan kapal-kapal lain yang membawa lebih banyak rudal," ujar wakil direktur China Power Project di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Brian Hart, kepada AP.

Namun, analis sekaligus insinyur kedirgantaraan yang berbasis di Singapura, Tang Meng Kit, mengatakan kepada kantor berita AP, "Kemungkinan kemampuan China dilebih-lebihkan," dan berpendapat bahwa parade yang dirancang dengan baik dan menampilkan persenjataan modern tidak mencerminkan kesiapan tempur yang sesungguhnya.

"Kesiapan operasional di dunia nyata tertinggal dari persenjataan yang dipamerkan," ujarnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!