WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
Jum'at, 07 November 2025 - 21:35 WIB
Sementara itu, Pusat Pertahanan Tahanan Palestina menuduh otoritas Israel melakukan serangkaian pelanggaran berat terhadap ribuan narapidana Palestina menyusul kesepakatan pertukaran narapidana baru-baru ini.
Kelompok tersebut menggambarkan tindakan itu mengingatkan pada hukuman kolektif yang dijatuhkan pada tahun 1970-an.
Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (7/11/2025), pusat tersebut menyatakan kondisi di beberapa penjara Israel telah memburuk secara drastis, dengan menyebutkan meningkatnya pelanggaran dan tindakan pembalasan yang diawasi pejabat senior di Dinas Penjara Israel.
Menurut pusat tersebut, para pejabat ini melapor langsung kepada Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, yang dikenal karena kebijakan agresifnya terhadap tahanan Palestina.
Pernyataan tersebut menjelaskan setiap kunjungan Ben-Gvir ke fasilitas penahanan selalu diikuti dengan tindakan hukuman baru, termasuk pembatasan makanan, air, pakaian, perawatan medis, dan waktu olahraga.
Kelompok tersebut menggambarkan tindakan itu mengingatkan pada hukuman kolektif yang dijatuhkan pada tahun 1970-an.
Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (7/11/2025), pusat tersebut menyatakan kondisi di beberapa penjara Israel telah memburuk secara drastis, dengan menyebutkan meningkatnya pelanggaran dan tindakan pembalasan yang diawasi pejabat senior di Dinas Penjara Israel.
Menurut pusat tersebut, para pejabat ini melapor langsung kepada Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, yang dikenal karena kebijakan agresifnya terhadap tahanan Palestina.
Pernyataan tersebut menjelaskan setiap kunjungan Ben-Gvir ke fasilitas penahanan selalu diikuti dengan tindakan hukuman baru, termasuk pembatasan makanan, air, pakaian, perawatan medis, dan waktu olahraga.
Lihat Juga :