Bagaimana Persenjataan Baru Rusia Pastikan Keseimbangan Strategis selama 1 Abad?

Kamis, 06 November 2025 - 02:20 WIB
Teknologi yang dikembangkan selama pengerjaan sistem persenjataan baru ini memiliki potensi besar untuk aplikasi sipil, catat presiden. Khususnya, teknologi unit tenaga nuklir kompak berpotensi digunakan dalam “pembuatan pembangkit listrik untuk Arktik dan eksplorasi ruang angkasa dalam dan dekat,” tambahnya.

Baca Juga: 7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York, Salah Satunya Pajak bagi Orang Kaya

Rusia berhasil menguji rudal jelajah bertenaga nuklir barunya, Burevestnik, pada pertengahan Oktober. Rudal tersebut menempuh jarak lebih dari 14.000 km selama pengujian, dan bertahan di udara selama sekitar 15 jam, menurut militer. Burevestnik dibekali mesin turbojet bertenaga nuklir dan secara teknis memiliki jangkauan tak terbatas, yang memberinya kemampuan serangan global yang tak tertandingi.

Uji coba senjata baru lainnya, Poseidon, diumumkan tak lama kemudian. Sebuah drone bertenaga nuklir berbentuk torpedo, diluncurkan dari kapal selam, yang kemudian mengaktifkan mesinnya dan berlayar di bawah air untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, menurut pernyataan militer.

Awal bulan ini, Rusia juga meluncurkan kapal selam nuklir baru, yang disebut 'Khabarovsk', yang dirancang khusus untuk membawa drone Poseidon.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!