Setelah 6 Tahun, Trump dan Xi Jinping Bertemu Lagi Ketika Perseteruan Memanas
Kamis, 30 Oktober 2025 - 10:03 WIB
Banyak perjanjian tarif dan logam tanah jarang sebelumnya antara Washington dan Beijing akan berakhir pada 10 November, yang semakin mendesak dalam putaran diplomasi ini.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut sebelumnya telah mengurangi tarif pembalasan menjadi sekitar 55% di pihak AS dan 10% di pihak China, sekaligus melanjutkan aliran magnet logam tanah jarang yang penting bagi berbagai industri, mulai dari otomotif hingga jet tempur.
Beijing, di sisi lain, sedang mengupayakan pengurangan tarif, keringanan kontrol ekspor untuk teknologi AS, dan penghapusan biaya pelabuhan baru yang dikenakan pada kapal-kapal China.
Pertemuan di Busan merupakan puncak dari tur lima hari Trump di Asia, di mana dia menandatangani pakta dengan Jepang dan negara-negara Asia Tenggara yang bertujuan untuk mendiversifikasi rantai pasokan logam tanah jarang dan mengurangi ketergantungan pada China.
Namun, latar belakang yang lebih luas tetap menegangkan. Ketegangan atas Taiwan semakin meningkat, dengan media pemerintah China baru-baru ini meliput latihan militer pesawat pengebom H-6K di dekat pulau tersebut.
AS telah menegaskan kembali komitmennya terhadap pertahanan Taiwan, dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memastikan bahwa Washington tidak akan mengorbankan kepentingan keamanannya demi mencapai kesepakatan ekonomi.
Beijing menyampaikan nada damai menjelang pertemuan tersebut. China bersedia bekerja sama untuk "hasil positif", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun pada hari Rabu, seperti dikutip dari NDTV.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut sebelumnya telah mengurangi tarif pembalasan menjadi sekitar 55% di pihak AS dan 10% di pihak China, sekaligus melanjutkan aliran magnet logam tanah jarang yang penting bagi berbagai industri, mulai dari otomotif hingga jet tempur.
Beijing, di sisi lain, sedang mengupayakan pengurangan tarif, keringanan kontrol ekspor untuk teknologi AS, dan penghapusan biaya pelabuhan baru yang dikenakan pada kapal-kapal China.
Pertemuan di Busan merupakan puncak dari tur lima hari Trump di Asia, di mana dia menandatangani pakta dengan Jepang dan negara-negara Asia Tenggara yang bertujuan untuk mendiversifikasi rantai pasokan logam tanah jarang dan mengurangi ketergantungan pada China.
Namun, latar belakang yang lebih luas tetap menegangkan. Ketegangan atas Taiwan semakin meningkat, dengan media pemerintah China baru-baru ini meliput latihan militer pesawat pengebom H-6K di dekat pulau tersebut.
AS telah menegaskan kembali komitmennya terhadap pertahanan Taiwan, dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memastikan bahwa Washington tidak akan mengorbankan kepentingan keamanannya demi mencapai kesepakatan ekonomi.
Beijing menyampaikan nada damai menjelang pertemuan tersebut. China bersedia bekerja sama untuk "hasil positif", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun pada hari Rabu, seperti dikutip dari NDTV.
(mas)
Lihat Juga :