Presiden Venezuela Nicolas Maduro kepada AS: Jangan Perang Gila, Saya Mohon!

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 10:53 WIB
Serangan AS, yang dimulai pada 2 September, telah menewaskan sedikitnya 37 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan data Washington.

Ketegangan regional telah meningkat akibat operasi militer tersebut, dengan Maduro menuduh Washington mengupayakan pergantian rezim di Venezuela.

Pekan lalu, Trump mengatakan dia telah mengizinkan operasi rahasia CIA terhadap Venezuela dan sedang mempertimbangkan serangan terhadap dugaan kartel narkoba di darat.

Presiden miliarder dari Partai Republik tersebut menuduh Maduro memimpin kartel narkoba, tuduhan yang dibantah oleh pemimpin Venezuela tersebut.

“Kami tahu CIA hadir di Venezuela," kata Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, pada hari Kamis.

“Mereka mungkin mengerahkan—saya tidak tahu berapa banyak—unit yang berafiliasi dengan CIA dalam operasi rahasia...dan upaya apa pun akan gagal," ujarnya, seperti dikutip AFP, Jumat (24/10/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!