Apa Itu KK Park? Markas Scamming di Sepanjang Perbatasan Thailand dan Myanmar
Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:40 WIB
2. Permainan Mafia dan Pemberontak Myanmar
KK Park berawal dari perjanjian sewa pada awal 2020 untuk membangun kawasan industri antara Karen National Union (KNU), kelompok pemberontak etnis yang menguasai sebagian besar wilayah ini, dan perusahaan terdaftar di Hong Kong yang kurang dikenal, Huanya International.Para peneliti meyakini adanya hubungan antara Huanya dan tokoh dunia bawah tanah terkemuka Tiongkok, Wan Kuok Koi, yang lebih dikenal sebagai Gigi Patah, yang sejak itu telah berinvestasi di pusat-pusat penipuan lain di perbatasan.
Kompleks tersebut berkembang pesat, dan mudah terlihat dari sisi perbatasan Thailand.
Mereka yang berhasil melarikan diri menggambarkan rezim brutal yang diberlakukan terhadap ribuan orang, banyak di antaranya berasal dari negara-negara Afrika, yang ditahan di sana, dipaksa bekerja berjam-jam, dengan penyiksaan dan pemukulan yang dilakukan terhadap mereka yang gagal memenuhi target.
3. Menangkap 2.000 Pekerja
Sebuah pernyataan dari Kementerian Informasi junta militer mengatakan bahwa pasukannya telah "membersihkan" KK Park, membebaskan lebih dari 2.000 pekerja di sana, dan menyita 30 terminal satelit Starlink milik Elon Musk – yang banyak digunakan oleh pusat-pusat penipuan di perbatasan Thailand-Myanmar untuk aktivitas daring.Pernyataan tersebut menyalahkan apa yang disebutnya sebagai "teroris" Serikat Nasional Karen dan pasukan pertahanan rakyat sukarelawan, yang telah memerangi junta militer sejak kudeta, karena menduduki wilayah tersebut secara ilegal.
Melansir BBC, Klaim junta militer bahwa mereka telah menutup pusat penipuan yang terkenal kejam ini hampir pasti ditujukan kepada pelindung utamanya, Tiongkok. Beijing telah mendesak junta dan pemerintah Thailand untuk berbuat lebih banyak guna mengakhiri bisnis ilegal yang dijalankan oleh sindikat Tiongkok di perbatasan mereka.
Awal tahun ini, ribuan pekerja China dibawa keluar dari kompleks permukiman ilegal dan diterbangkan kembali ke China dengan pesawat carteran, setelah Thailand memutus akses pasokan listrik dan bahan bakar.
Lihat Juga :