64 Warga Korea Selatan Dibebaskan dari Pusat Scamming di Kamboja Langsung Jadi Tersangka
Minggu, 19 Oktober 2025 - 18:35 WIB
Kamboja dikenal sebagai salah satu pusat scamming dunia. Foto/X/@okaythenfuture
SEOUL - Puluhan warga negara Korea Selatan yang ditahan di Kamboja karena dugaan keterlibatan dalam operasi penipuan siber telah dipulangkan dan ditahan, menurut otoritas Korea Selatan. Petugas menangkap orang-orang tersebut di dalam pesawat carteran yang dikirim untuk menjemput mereka dari Kamboja.
"Sebanyak 64 warga negara baru saja tiba di bandara internasional Incheon dengan pesawat carteran," kata pejabat itu pada hari Sabtu, menambahkan bahwa semua orang tersebut telah ditahan sebagai tersangka kriminal, dilansir Al Jazeera.
Korea Selatan mengirim tim ke Kamboja awal pekan ini untuk menyelidiki puluhan warga negaranya yang diculik untuk industri penipuan daring negara Asia Tenggara tersebut.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac, sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang yang ditahan tersebut termasuk "peserta sukarela dan tidak sukarela" dalam operasi penipuan.
Pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, mengatakan Perjanjian repatriasi dengan Korea Selatan merupakan "hasil kerja sama yang baik dalam memberantas penipuan antara kedua negara".
Operasi penipuan daring telah merajalela di Kamboja sejak pandemi COVID-19, ketika penutupan global menyebabkan banyak kasino dan hotel milik Chinadi negara itu beralih ke operasi ilegal.
"Sebanyak 64 warga negara baru saja tiba di bandara internasional Incheon dengan pesawat carteran," kata pejabat itu pada hari Sabtu, menambahkan bahwa semua orang tersebut telah ditahan sebagai tersangka kriminal, dilansir Al Jazeera.
Korea Selatan mengirim tim ke Kamboja awal pekan ini untuk menyelidiki puluhan warga negaranya yang diculik untuk industri penipuan daring negara Asia Tenggara tersebut.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac, sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang yang ditahan tersebut termasuk "peserta sukarela dan tidak sukarela" dalam operasi penipuan.
Pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak, mengatakan Perjanjian repatriasi dengan Korea Selatan merupakan "hasil kerja sama yang baik dalam memberantas penipuan antara kedua negara".
Operasi penipuan daring telah merajalela di Kamboja sejak pandemi COVID-19, ketika penutupan global menyebabkan banyak kasino dan hotel milik Chinadi negara itu beralih ke operasi ilegal.
Lihat Juga :