AS dan Ukraina Tuding China Beri Citra Satelit untuk Bantu Serangan Rusia

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:42 WIB
Dia menambahkan bahwa beberapa target yang diserang Rusia dalam beberapa bulan terakhir “merupakan milik investor asing", mengacu pada pabrik elektronik milik perusahaan Amerika di Ukraina barat yang dihantam rudal Rusia pada Agustus lalu.

Sehari kemudian, media Ukraina melaporkan bahwa beberapa satelit penginderaan jarak jauh China melintas di atas Ukraina barat bertepatan dengan serangan besar-besaran rudal dan drone Rusia yang berfokus pada wilayah Lviv.

Baik Beijing maupun Moskow membantah tuduhan tersebut. Namun, ini bukan pertama kalinya China dituding membantu Rusia memperkuat kemampuan pengintaian satelitnya yang terbatas.

Pada 2023, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China karena memberikan citra satelit wilayah Ukraina kepada kelompok tentara bayaran Wagner. Departemen Keuangan AS juga menuduh perusahaan Rusia lainnya telah “membagikan citra satelit resolusi tinggi dari sumber asing kepada militer Rusia.”

Menurut kantor berita Agence France-Presse (AFP), sebuah perusahaan yang terkait dengan Wagner bahkan membeli dua satelit dari perusahaan China, Chang Guang Satellite Technology, yang kemudian dituduh pemerintahan Presiden Donald Trump telah memasok citra satelit kepada kelompok Houthi di Yaman.

Pada April 2024, Bloomberg melaporkan bahwa Washington telah “memperingatkan sekutunya bahwa China meningkatkan dukungannya terhadap Rusia, termasuk dengan menyediakan citra satelit untuk tujuan militer” serta bantuan bagi industri pertahanan Rusia.

Pejabat AS juga menyebut China membantu Rusia memperkuat kemampuan luar angkasanya. Pada September 2024, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim memiliki “informasi terbaru” bahwa Rusia menerima citra satelit China dari lokasi pembangkit nuklir Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!