Demo Anti-Trump Guncang Seluruh AS, Lampiaskan Protes Kemarahan 'No Kings'

Minggu, 19 Oktober 2025 - 09:43 WIB
"Kita adalah negara hukum yang berlaku untuk semua orang, negara hukum yang menjalankan proses hukum dan demokrasi. Kita tidak akan dibungkam," ujarnya kepada para wartawan, yang dilansir AFP, Minggu (19/10/2025) .

Leah Greenberg, salah satu pendiri Indivisible Project, mengecam upaya pemerintahan Trump untuk mengirim pasukan Garda Nasional ke kota-kota AS yang dipimpin Partai Demokrat, termasuk Los Angeles, Washington, Chicago, Portland, dan Memphis.

“Ini adalah strategi otoriter klasik: mengancam, mencemarkan nama baik, dan berbohong, menakut-nakuti orang agar tunduk,” kata Greenberg.

Paulo, dalam protes di Washington, mengatakan momen saat ini mengingatkannya pada masa kecilnya di bawah kediktatoran militer di Brasil.

“Saya merasakan sensasi deja vu yang luar biasa terkait langkah-langkah yang diambil dalam hal penegakan hukum, terkait kultus kepribadian,” katanya.

Berpidato di hadapan khalayak di luar Gedung Capitol AS, Senator progresif Bernie Sanders memperingatkan bahaya yang dihadapi demokrasi di bawah kepemimpinan Trump.

“Kita memiliki seorang presiden yang menginginkan kekuasaan yang semakin besar di tangannya sendiri dan di tangan rekan-rekan oligarkinya,” ujarnya. Penyebutan kata “oligarki” memicu sorak-sorai keras dari khalayak.

Isaac Harder (16) mengatakan dia mengkhawatirkan masa depan generasinya.

“Mereka menghancurkan demokrasi. Mereka menindak protes damai dan mengirim militer ke kota-kota Amerika. Mereka menangkap lawan politik dan mendeportasi orang tanpa proses hukum," ujarnya.

“Ini adalah lintasan fasis. Dan saya ingin melakukan apa pun untuk menghentikannya.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!