Trump dan Sisi akan Pimpin KTT Gaza di Mesir pada Hari Senin

Minggu, 12 Oktober 2025 - 07:11 WIB
Sementara itu, para tawanan Israel yang ditahan di Gaza oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya diperkirakan akan "kembali" pada hari Senin, menurut Presiden AS Trump, dengan 20 tawanan hidup dan jenazah 28 lainnya akan diserahkan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sekitar 250 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, serta sekitar 1.700 orang yang ditahan dari Gaza selama dua tahun terakhir perang dan ditahan tanpa dakwaan.

Dinas Penjara Israel mengatakan para tahanan telah dipindahkan ke fasilitas deportasi di penjara Ofer dan Ktzi’ot, "menunggu instruksi dari eselon politik".

Dalam pertukaran tahanan sebelumnya, Israel telah menunda pembebasan tahanan Palestina dan memperlakukan mereka dengan kasar, termasuk kekerasan fisik, penghinaan, dan pembatasan kontak keluarga, sebelum akhirnya membebaskan mereka.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mendokumentasikan banyak kasus warga Palestina yang tiba dalam kondisi kesehatan yang buruk setelah interogasi dan penahanan yang berkepanjangan tanpa dakwaan atau pengadilan.

Di Tel Aviv, puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan Hostages setelah dua tahun protes yang dipimpin anggota keluarga para tawanan yang menuntut pengembalian mereka.

Menantu Trump, Jared Kushner, dan putrinya, Ivanka Trump, naik panggung di lapangan tersebut bersama utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang memainkan peran kunci dalam negosiasi gencatan senjata.

"Saya memimpikan malam ini. Ini merupakan perjalanan yang panjang," ujar Witkoff. Beberapa orang berteriak, "Terima kasih, Trump, terima kasih Witkoff", dan mencemooh ketika utusan tersebut menyebut Perdana Menteri Israel Netanyahu.

Menoleh kepada para tawanan, Witkoff berkata: "Saat kalian kembali ke pelukan keluarga dan bangsa kalian, ketahuilah bahwa seluruh Israel dan seluruh dunia siap menyambut kalian pulang dengan tangan terbuka dan cinta yang tak terbatas."

Hamdah Salhut dari Al Jazeera mengatakan keluarga tawanan Israel memuji Trump atas kesepakatan tersebut, bukan Netanyahu.

"Keluarga tawanan tidak memiliki kepercayaan pada pemerintah mereka, tidak memiliki kepercayaan pada perdana menteri Israel, yang mereka tuduh memperpanjang perang demi keuntungan pribadi dan politiknya sendiri," ungkap Salhut.

"Sorak-sorai untuk (Trump) dan untuk Steve Witkoff datang karena anggota keluarga dan mereka yang berunjuk rasa mengatakan ini terjadi karena Amerika," pungkas dia.

Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah antara Pakistan dan Afghanistan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!