Rakyat Palestina Rayakan Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza, tapi Juga Berduka

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 06:50 WIB
"Kami, warga sipil, adalah mereka yang telah menderita-benar-benar menderita," ujar Daniel Abu Tabeekh, dari kamp pengungsi Jabalia, kepada BBC.

"Faksi-faksi tidak merasakan penderitaan kami. Para pemimpin yang duduk dengan nyaman di luar negeri tidak merasakan penderitaan yang kami alami di sini, di Gaza."

"Saya tidak punya rumah," katanya. "Saya sudah hidup di jalanan selama satu setengah tahun."

Israel melancarkan perang di Gaza sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ketika sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil Israel, tewas dan 251 lainnya disandera.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut yang dikelola Hamas. Angka-angka tersebut dianggap kredibel oleh PBB dan badan-badan internasional lainnya.

Lebih dari 90% perumahan di Gaza telah rusak atau hancur, menurut PBB.

"Tuhan menghadiahi kami atas kesabaran kami," kata Umm Nader Kloub dari Gaza utara, yang kehilangan tujuh kerabat selama perang, termasuk putra-putranya.

"Insya Allah, Dia akan membantu [para negosiator] dan mengizinkan kami semua kembali ke rumah kami, dan para sandera mereka kembali dengan selamat," katanya. "Kami tidak menginginkan perang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!