42 Aktivis dari Armada Sumud Gelar Mogok Makan di Penjara Israel

Selasa, 07 Oktober 2025 - 21:30 WIB
Meskipun Kementerian Luar Negeri Israel membantah tuduhan tersebut, beberapa peserta yang dibebaskan menggambarkan kondisi dan penyiksaan yang keras, termasuk kelaparan, penghinaan, dan pemaksaan minum air yang terkontaminasi atau air limbah.

Dalam laporan terpisah yang diterbitkan media berbahasa Ibrani, anggota Resilience Flotilla (kelompok lain yang terlibat dalam misi solidaritas serupa) juga melaporkan pelanggaran selama penahanan ilegal di Israel.

Mereka mengatakan mereka tidak diberi air, tidak diberi akses ke pengacara, dan dalam beberapa kasus, jilbab peserta Muslim dilepas paksa.

Para aktivis tersebut merupakan bagian dari inisiatif multinasional yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui laut, yang menentang blokade Israel.

Baca juga: Israel Mencapai Titik Tak Bisa Kembali dalam Perang Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!