Profil Vacharaesorn Vivacharawongse, Anak Kedua Raja Thailand yang Diasingkan ke AS Bersama Ibu dan Kini Jadi Biksu
Rabu, 08 Oktober 2025 - 03:30 WIB
Baca Juga: 10 Prediksi Kuno yang Menjadi Kenyataan, Salah Satunya Zaman Perubahan pada 2012
Putri Bajrakitiyabha, anak tertuanya dari pernikahan pertamanya, pernah dianggap sebagai calon pewaris - jika raja memutuskan untuk mengubah undang-undang yang tidak mengizinkan perempuan naik takhta. Namun, ia telah koma sejak tahun 2022, dengan sedikit informasi tentang kondisinya. Putri raja lainnya, Putri Sirivannavari, tinggal di Thailand dan berstatus kerajaan, tetapi saat ini tidak berada dalam garis suksesi resmi.
Pujian publiknya kepada ayahnya di media sosial, beserta kepulangannya yang menonjol di momen-momen penting budaya dan keagamaan, semakin menunjukkan bahwa ia mungkin kembali ke pangkuan kerajaan—bahkan mungkin sebagai penantang takhta.
2. Suksesi Kerajaan Thailand Disorot
Hukum suksesi kerajaan Thailand memprioritaskan pewaris laki-laki, tetapi satu-satunya putra Raja Rama X yang diakui secara resmi, Pangeran Dipangkorn, diyakini menderita kondisi perkembangan yang dapat menghambat kemampuannya untuk memerintah. Sementara itu, sebagian besar putra Rama X lainnya, termasuk Vacharaesorn, dicabut gelar kerajaan mereka pada tahun 1996.Putri Bajrakitiyabha, anak tertuanya dari pernikahan pertamanya, pernah dianggap sebagai calon pewaris - jika raja memutuskan untuk mengubah undang-undang yang tidak mengizinkan perempuan naik takhta. Namun, ia telah koma sejak tahun 2022, dengan sedikit informasi tentang kondisinya. Putri raja lainnya, Putri Sirivannavari, tinggal di Thailand dan berstatus kerajaan, tetapi saat ini tidak berada dalam garis suksesi resmi.
3. Vivacharawongse Berpotensi Jadi Pewaris
Meskipun Vacharaesorn secara resmi telah diputus dari garis keturunan kerajaan hampir tiga dekade lalu, tindakannya baru-baru ini menunjukkan adanya rehabilitasi yang tenang. Di Thailand, menurut Vanitatis, merupakan kebiasaan bagi anggota keluarga kerajaan pria untuk menghabiskan waktu di biara sebelum menjalankan tugas publik. Banyak pengamat memandang penahbisannya sebagai sinyal bahwa ia mungkin sedang dalam proses pemulihan status.Pujian publiknya kepada ayahnya di media sosial, beserta kepulangannya yang menonjol di momen-momen penting budaya dan keagamaan, semakin menunjukkan bahwa ia mungkin kembali ke pangkuan kerajaan—bahkan mungkin sebagai penantang takhta.
(ahm)
Lihat Juga :